Menunggu Keseriusan Pemerintah Tangani Sampah

Editor: KRjogja/Gus

PIYUNGAN, KRJOGJA.com – Serangkaian upaya pemblokiran akses menuju Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Sitimulyo Kecamatan Piyungan Bantul merupakan akumulasi kekecewaan warga oleh pemerintah DIY.  Sementara  paguyuban pengambil sampah menilai polemik keberadaan TPST Piyungan yang tidak kunjung reda lantaran  warga sekitar sangat dirugikan. Disisi lain, pemerintah masih kurang memberikan perhatian bagi mereka.   

“Setiap kali jalan menuju TPST Piyungan diblokir warga, hati ini sangat sedih sekali. Karena saya dan juga teman-teman saya nanggung sampah dari masyarakat. Itu yang membuat kami khawatir sampah tidak bisa dibuang,” ujar Ketua Paguyuban ‘Eker-eker Golek Menir’ Sodik Marwanto, Jumat (2I8).

Sodik dan kawan-kawannya selama ini jadi tumpuan masyarakat untuk mengangkut sampah dari rumah menuju TPST Piyungan. Jika sehari  kendaraan tidak bisa masuk ke TPST dampaknya semakin meluas. Pengambilan sampah disemua lokasi akan terlambat.

Oleh karena itu, Sodik pemerintah serius menyelesaikan persoalan di TPST Piyungan. “Kami sebagai masyarakat hanya berharap, masyarakat sekitar tidak dirugikan dengan adanya TPST ini. Kami juga menyadari tinggal disekitar TPST sangatlah tidak mudah,” ujarnya.  

Sodik berharap, persoalan sampah bisa segera dicarikan jalan keluar agar semua tidak dirugikan. Sedang Sekretaris Paguyuban ‘Eker-eker Golek Menir’ Sarwo Wijaya  menambahkan, jika  selama ini warga sekitar sangat berharap agar pengelolaan TPST Piyungan dibuat lebih indah dan asri. Termasuk penghijauan dan tamanisasi disekitar TPST.  

Menurutnya, persoalan sampah di TPST Piyungan  sangat tergangtung keseriusan pemerintah. “Kami sangat yakin ketika serius ditangani Yogya pasti lebih baik  dibanding kota lainnya. Kehadiran dari anggota DPR RI beberapa waktu lalu tentu memberikan harapan bagi kami agar pengelolaan lebih baik lagi,” ujar Sarwo. (Roy)

BERITA REKOMENDASI