Merengkuh Manisnya Budidaya Pepaya California

Editor: KRjogja/Gus

BANTUL (KRjogja.com) – Carica papaya atau lebih dikenal dengan nama buah pepaya adalah tanaman buah yang banyak di jumpai dikawasan tropis khususnya indonesia. Beragam jenis tanaman pepaya dapat dijumpai diantaranya pepaya bangkok, hawai, cibinong, california dan masih banyak lagi.

Seperti budidaya tanaman pepaya berjenis california yang dikembangkan Ali Wachid, warga Krapyak Seloharjo Pundong Bantul. Jenis pepaya ini mempunyai keunikan dibanding jenis yang lain seperti rasanya yang manis, bentuk buah dan usia tanam yang relatif singkat untuk bisa dipanen. Untuk satu batang pada tahun pertama bisa menghasilkan 50 butir dengan berat ideal 1 butir 2-3 kilogram.

Ali wachid menggeluti budidaya tanaman ini sejak tahun 2007. Berbekal coba coba dan sedikit referensi buku dan pelatihan yang diikutinya, Ali mencoba membudidayakan pepaya jenis ini. Hasil dari keuletannya berbuah manis, Saat ini melalui kebun buahnya yang tersebar di beberapa tempat, Ali kini memasok pedagang buah di wilayah Jogja. Selain itu Ali juga menjual bibit buah pepaya California hasil persemaiannya kepada petani secara langsung maupun online.

“Perkembangan pepaya california beberapa waktu terakhir meningkat pesat, terlihat dari pesanan bibit yang masuk dari berbagai daerah,” katanya kepada KRjogja.com belum lama ini.

Proses pembibitan dilakukan dengan memilih biji unggulan hasil persemaian di media tanam campuran tanah, sekam dan kompos. Setelah bibit tumbuh dan berdaun kemudian dipindahkan dalam polibag yang sudah diisi media tanam. Hasil persemaian ini kemudian dirawat hingga siap untuk ditanam dikebun atau sawah.

Ali memberikan tips singkat untuk budidaya buah pepaya california bagi para pemirsa yang tertarik membudidayakannya. Pertama pilihlah benih atau bibit yang bagus untuk ditanam. Memilih bibit yang bagus bisa dilihat melalui pengamatan langsung pada fisik tanaman seperti lebat daun dan batang yang segar.
Kedua, lokasi tanam harus memiliki lahan yang relatif agak tinggi dari permukaan tanah sebagai antisipasi saat musim hujan air tidak merendam tanaman pepaya karena tanaman ini cenderung tidak suka terlalu basah.

Ketiga, pemupukan dilakukan dengan pupuk organik sesuai dengan takarannya. Pemupukan juga bisa diselingi dengan penyemprotan pestisida untuk mengusir hama ulat yang hobi menyerang tanaman ini. Selebihnya perawatan teratur tanaman ini perlu dilakukan untuk memastikan kebersihan dan juga memangkas daun daun yang terinfeksi hama. (Git)

 

BERITA REKOMENDASI