Meski Sukses, ‘Lanterne Festival de Paris’ Merasa Kecolongan

YOGYA,KRJOGJA.com – Meski sukses menghadirkan 10.000 pengunjung, panitia acara ‘Lanterne Festival de Paris’ di pantai Parangtritis merasa kecolongan. Acara yang targetnya hanya 4000 pengunjung, ternyata jauh melebihi perkiraan.

 “Bagian ticketing belum terkoordinasi dengan baik. Karena ini tempat terbuka saya harus menyiapkan banyak personil sekitar seratus orang panitia,” tutur Ketua Panitia Lanterna Festival de Paris, Rachmat Bayu Firdas, Sabtu (15/09/18).

Kabar baiknya selama acara Lanterne Festival de Paris tersebut berlangsung, tidak ditemukan sama sekali masalah. Sebanyak 1000 lampion berhasil diterbangkan dengan sukses di atas pantai Parangtritis pukul 23.00 WIB. Inspiratif Production bekerjasama dengan Dinas Kebudayaan Bantul memilih Parangtritis sebagai ajang promosi wisatawan terhadap pantai dengan gumuk pasir terlengkap di dunia tersebut.

Baca : 

Seni Menata Batu, Dibutuhkan Fokus dan Konsentrasi

Rock Balancing, Bukan Mistis Tapi Seni

Rock Balancing, Hobi yang Bisa untuk Terapi

Beberapa pertunjukkan ikut memeriahkan acara sebelum penerbangan 1000 lampion. Rachmat mengundang Sanggar Salsa Kencana Kretek,  Sanggar Puri Budaya Kretek, dan Sanggar Sekar Putri untuk menunjukkan giginya menari.

Selain itu Band Restabil, Dimas Diajeng Bantul, Band Hanacaraka juga turut memeriahkan panggung Lanterne Festival de Paris tersebut. Penutupan pertunjukan panggung ditutup oleh satu lagu yang dibawakan Jazz Mbensenen. Band tersebut menyanyikan lagu aransemen penyanyi Camila Cabello berjudul Havana.

Pengunjung begitu antusias dengan diadakannya acara yang berlangsung sekali dalam setahun ini. Selain pengunjung yang membludak, bentuk antusiasme lain adalah ketika beberapa pengunjung ikut naik ke atas panggung untuk menari.

“Karena ini pengalaman pertama melihat lampion langsung, jadi perasaanku seneng. Dan cantik banget waktu lampion diterbangkan,” ungkap Hanun (19) yang merupakan salah satu pengunjung asal Nganjuk.

Rachmat berharap untuk acara Lanterne Festival de Paris berikutnya ia akan meninjau lebih kepada teknis lapangan dan ticketing. “InsyaAllah kita akan lebih perketat dan lebih mengkaji lapangan lagi,” tutupnya.  (Azizah Liyana Saffa)

BERITA REKOMENDASI