Mewujudkan Program Madrasah Ramah Anak di Bantul

Editor: Ivan Aditya

BANTUL, KRJOGJA.com – Kelompok Kerja Madrasah Aliyah (KKMA), Kelompok Kerja Tsanawiyah (KMTs) dan Kelompok Kerja Pengawas (Pokjawas) Kabupaten Bantul mengandeng Yayasan Sekretaris Anak Merdeka Indonesia (Samin) menggelar Training Of Trainer Konvensi Hak Anak (TOT-KHA) selama 2 hari mulai Selasa hingga Rabu (15-16/02/2022) di Aula MAN 2 Bantul. Kegiatan ini diikuti 51 peserta terdiri seluruh Kepala Madrasah Negeri maupun swasta dan pengawas madrasah se Bantul dibuka Kepala Kemenag Bantul H Aidi Johansyah SAg MM.

Aidi mengemukakan seorang ASN harus memiliki pribadi yang baik meliputi aklhak, tanggungjawab dan berorientasi pada pelayanan publik, profesional dalam bekerja, harmonis, adaptif dan kolaboratif. Selanjutnya kepribadian ASN utamanya guru di lingkungan madrasah bisa diimplementasikan untuk mendukung program bupati Bantul, yakni Bantul menuju Kabupaten Layak Anak.

Acara ini juga merupakan bentuk implementasi konvensi hak anak, dalam program Madrasah Ramah Anak (MRA). “KKMA maupun KKMTs harus lebih mengetahui tentang hak-hak anak  untuk perlindungan anak,” papar Aidi.

Gelar TOT-KHA ini menghadirkan penyaji materi dari Yayasan Samin, Fathudin Muchtar dan Anggoro Putra. Selama kegiatan, peserta antusias mengikuti penyampaian materi.

Salah satu peserta, Mafrudah mengungkapkan, gelar TOT- KHA ini bagus, dengan acara ini para guru bisa lebih tahu hak-hak dan kebutuhan anak yang harus dipenuhi. Bisa mengetahui masalah kekerasan yang terjadi di sekolah.

Karena itu acara ini sangat positif, bisa mengedukasi para pengajar dalam mengantisipasi atau maupun menangani masalah perundungan dan kekerasan di sekolah. (Jdm)

BERITA REKOMENDASI