Misteri Palung di Pantai Selatan Bantul, Terseret Ombak Atau Ditarik Secara Gaib?

KASUS kecelakaan di pantai selatan Bantul kembali terjadi. Dua wisatawan, Kamis (6/8/2020) ditemukan tewas dan lima orang masih dalam pencarian di Pantai Goa Cemaran. Kondisi serupa juga sering terjadi terutama di Pantai Parangtritis.

Karena itu, kasus kecelakaan laut itu seringkali dikait-kaitkan dengan hal-hal yang berbau mistis. Misalnya, kalau ada orang yang hilang, itu artinya dia ditarik oleh Nyi Roro Kidul ke dasar lautan untuk dijadikan budak. Ditambah lagi, mayatnya seringkali nggak ditemukan bahkan oleh tim ahlinya. Hal itu semakin membuat kesan kalau Parangtritis termasuk pantai yang angker.

Padahal penyebab hilangnya sejumlah wisatawan di Pantai Parangtritis, Bantul, dapat dijelaskan secara ilmiah, yaitu akibat terseret ombak rip current. Rip current adalah ombak ganas yang memiliki kecepatan mencapai delapan puluh kilo meter per jam. Arus balik itu nggak cuma kuat, tapi sangat mematikan.

Arus balik merupakan aliran gelombang datang yang membentur pantai dan kembali lagi ke laut. Arus ini bisa menjadi sangat kuat karena biasanya merupakan akumulasi dari pertemuan dua atau lebih gelombang yang datang. Celakanya, arus balik yang datang, terjadi sangat cepat, bahkan dalam hitungan detik. Arus balik yang datang tidak hanya berlangsung di satu tempat saja, melainkan berganti-ganti lokasi sesuai dengan arah datangnya gelombang.

Datangnya gelombang ke berbagai tempat ini juga disebabkan oleh arah hembusan angin dari laut menuju darat. Korban dapat terseret arus balik karena berada terlalu jauh dari bibir pantai. Ketika korban diterjang arus balik, korban dapat dengan mudah terseret karena kakinya tidak memijak pantai dengan kuat. Kekuatan arus balik bahkan beberapa kali lebih kuat ketimbang arus datang gelombang itu sendiri.

BERITA REKOMENDASI