Mitigasi Bencana Banjir di Bantaran Sungai Dilakukan

BANTUL, KRJOGJA.com – Alat detektor banjir di aliran Sungai Oya Dusun Kedungjati Desa Selopamioro Kecamatan Imogiri Bantul dicek, Rabu (16/10/2019). Pengecekan dilakukan untuk memastikan alat buatan siswa SMK N 1 Pundong tersebut berfungsi ketika banjir datang. Sebagaimana diketahui, SMK N 1 Pundong memasang detektor itu setelah banjir meluluhlantakkan perkampungan disepanjang Sungai Oya Imogiri akhir tahun 2017 lalu. 

“Pengecekan detektor kami lakukan untuk memastikan bisa berfungsi dengan baik, sehingga saat banjir datang  sirine  terdengar,” ujar Kepala SMK N 1 Pundong, Sutapa SPd. 

Dijelaskan, detektor banjir tersebut dipasang berada di tepi jalan kampung Kedungjati  atau batas terluar  dengan permukiman warga. Menurutnya, detektor tersebut sangat diperlukan untuk mengetahui pergerakan aliran air Sungai Oya. Jangan sampai warga tidak mengetahui debit air sudah mendekati permikiman warga. 

“Karena waktu banjir besar tahun lalu air sampai menyentuh tembok, sehingga kami pasang detektor untuk memantau pergerakan ketinggian air,” ujarnya. Detektor tersebut dipasang dua sensor untuk dihubungkan dengan pengeras suara.

Ketika sensor pertama tersentuh air, sirine akan  meraung keras dengan intensitas tidak terlalu cepat. Dalam kondisi seperti itu,banjir yang terjadi masih diambang batas aman. Tetapi pada saat sensor kedua sudah tersentuh air otomatis sirine akan menyala dengan sangat keras dengan intensitas sangat cepat. Menurut Sutapa, pada saat sensor tersentuh air, berarti banjir Sungai Oya di Kedongjati sudah rata dengan jalan. 

“Kami cek intalasinya, sensornya, jaringan listriknya hingga pengeras suara. Sehingg detektor tersebut dipastikan berfungsi dengan baik,” jelasnya. 

Menurut Sutapa,  masyarakat mesti diedukasi terkait dengan mitigasi bencana banjir. Karena perkampungan tersebut berdekatan dengan bantaran sungai. Sementara sejumlah siswa jurusan Teknik Audio Video  melakukan pengecekan untuk memastikan detektor berfungsi baik. 

“Sekarang ini kemarau berada dipengujung dan mungkin akan segera turun hujan, oleh karena itu kami cek. Sebenarnya setelah dipasang ,dari SMK N 1 Pundong rutin melakukan pengecekan," jelasnya. 

Sementara Supriyadi warga Kedungjati mengatakan, ketika banjir  musim penghujan lalu sirine  terdengar sangat keras. Bahkan  dalam radius 3 kilometer masih terdengar. Sementara Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul, Drs Dwi Daryanto Msi mengatakan, merujuk prediksi dari BMKG, musim penghujan akan akhir November 2019. Pihaknya juga tengah memetakan daerah rawan banjir di Bantul. (Roy)

BERITA REKOMENDASI