Muhammadiyah : Tidak Perlu Lagi Ada Aksi Demo 25 November

BANTUL (KRjogja.com) – Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir menghimbau kepada seluruh komponen bangsa untuk tidak perlu lagi melaksanakan aksi demo pada tanggal 25 November.

 

“Mari kita menahan diri dan tidak menghabiskan energi untuk hal yang kurang produktif,” himbau Haedar dalam acara Resepsi Milad Muhammadiyah ke-104 di gedung Sportorium UMY pada Kamis, (17/11/2016).

 

Haedar melanjutkan, dalam kasus penistaan agama dan bukan dalam urusan politik, tidak hanya umat Islam saja namun juga umat beragama yang lain, baik dia pro atau kontra terhadap kasus ini, diharapkan untuk kembali kondusif.

“Kita semua elemen bangsa harus menurunkan tensi dan mulai mempercayakan kepada proses hukum yang sedang berjalan. Sehingga nantinya tidak ada lagi demo lanjutan,” kata Haedar.

Ia juga mengungkapkan, kasus ini jangan ditarik pada umat Islam saja, tapi juga agama yang lain. Sekali suatu agama dilecehkan, baik itu Islam, Kristen, Budha, dan lainnya, biarpun tidak ada niat melecehkan dampaknya pasti akan sangat luas.

“Saya pikir pejabat negara maupun warga bangsa harus belajar lagi mengenai hal itu. Kita menghargai umat Islam yang keyakinannya terganggu, maupun mungkin juga kelompok lain yang merasa ada kecemasan terhadap kebhinnekaan. Tapi, yang pasti umat Islam juga mencintai kebhinnekaan,” kata Haedar.

Menanggapi perihal adanya agenda tertentu dari demo 4 November, selain untuk membela keyakinan umat beragama Islam, Haedar tidak mau berspekulasi lebih jauh. “Kami ingin semua pihak punya posisi yang jelas sesuai dengan tujuan awal. Ketika tujuan awal pro dan kontra soal kasus penistaan agama dan polisi sudah bertindak tegas di atas koridor hukum dan Ahok sudah diputuskan menjadi tersangka, maka titik inilah yang harus jadi tempat kita bertemu. Jangan ada pikiran lain melebihi dari tujuan menyelesaikan kasus penistaan agama di jalur hukum,” tutup Haedar. (Mg-06)

BERITA REKOMENDASI