Munculnya ‘Klaster Cakruk’ Perlu Diwaspadai

Editor: KRjogja/Gus

CAKRUK atau pos/gardu ronda perlu diwaspadai sebagai sumber penyebaran virus Korona. Sebab tempat tersebut biasa jadi ajang kumpul-kumpul, baik di siang hari maupun saat ronda malam hari. Sedang saat bersama di cakruk, masyarakat sering abai terhadap protokol kesehatan (prokes), misalnya tidak jaga jarak atau tidak mengenakan masker.

“Salah satu kemungkinan sumber penyebaran Covid-19 di RT ini adalah cakruk. Kebetulan di cakruk kami disediakan free wifi, sehingga siang malam masyarakat senang berada di sana. Sekarang yang mempunyai wifi positif Covid-19 dan isolasi di RS Wirosaban Yogya,” kata Ketua RT 08 Senggotan Tirtonirmolo Kasihan Bantul, Moch Haris RD, kepada Tim Dompet ‘KR’ saat menyerahkan bantuan untuk penanganan Covid-19 di RT tersebut, Selasa (29/6).

“Kalau kami mau mematikan wifi masih pikir-pikir, karena dipakai untuk belajar oleh pelajar dan mahasiswa. Sekarang yang penting mereka harus disiplin prokes. Tidak boleh ‘ndableg’,” tegasnya.

Haris mengungkapkan, cukup banyak yang warganya yang positif Covid-19. Mereka yang sudah menjalani swab ada 40 jiwa. Mereka sekarang menjalani isolasi mandiri di 15 rumah. Selain itu masih ada sekitar 12 orang yang belum swab, sehingga pihaknya belum bisa memastikan yang bersangkutan positif atau negatif, meski mengalami demam.

“Kebanyakan mereka pekerja lepas. Karena itu kami sebagai pengurus RT berusaha mencukupi kebutuhan pokok mereka sehari-hari. Jangan sampai mereka kelaparan, sehingga diam-diam keluar rumah. Karena itu kami mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan dari pembaca ‘KR’ ,” kata Haris.

Haris mengaku terus memantau kondisi warganya yang menjalani isolasi. Info yang didapat, sampai kemarin warganya masih mengalami diare, gemetar, pusing, nggregesi

atau demam, pusing, panas, dan batuk yang disertai rasa sakit.

“Tapi kami memang tidak bisa mengawasi nonstop 24 jam, sehingga katanya ada yang positif Covid-19 tapi keluar rumah. Bahkan ada pemilik warung yang sebenarnya sudah menutup warungnya, tetapi pas dia menengok warungnya ada yang mau membeli dan dilayani, sehingga akhirnya pembeli tersebut juga tertular Covid-19,” paparnya.

Karena itu Haris juga meminta kesadaran warganya untuk mematuhi ketentuan yang ada, misalnya yang sedang menjalani isolasi jangan keluar rumah. Sedang dalam pergaulan sehari-hari harus disiplin menjalanan prokes.(Fie)

BERITA REKOMENDASI