Musim Penghujan LPJ Rawan Mati, Dishub Bantul Keluhkan Anggaran Pemeliharaan

Editor: Agus Sigit

BANTUL, KRjogja.com – Selama musim penghujan angka kerusakan atau kematian Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) dan Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL) di Bantul meningkat . Tetapi anggaran dana untuk berbaikan maupun penggantian bola lampu tidak mencukupi.

Menurut Kepala Dinas Perhubungan Bantul Aris Suharyanta SSos MM, Jumat (14/1), jumlah lampu penerangan jalan atau LPJU di seluruh wilayah Bantul ada sekitar 6.000 titik. Untuk pemeliharaan dan penggantian LPJU tahun 2021 dianggarkan RP 1,5 miliar, tetapi hanya bisa direalisasi Rp 350 juta, sehingga harus banyak melakukan penekanan dan penghematan dana.

“Bahkan penggunaan armada operasional yang semula dengan 2 armada mulai Januari 2022 ini hanya dengan 1 armada.
Pengurangan anggaran tersebut karena adanya refocusing dana untuk penanganan Covid-19,” jelas Aris.

Dikatakan, kerusakan LPJU saat musim kemarau tidak seberapa, tetapi jika musim penghujan tiba, kerusakan bisa meningkat hingga 60 persen. Pada umumnya kerusakan karena pada jaringan kabel terjadi korsleting atau hubungan pendek.
Sedangkan kerusakan APILL tenaga surya pada umumnya karena kerusakan Aki. Tahun 2022 ini harus membayar pengadaan Aki yang sudah digunakan pada tahun 2021 sebanyak 8 unit. Ada juga APILL yang hilang, pelakunya sudah ditangkap di Polres Sleman.

Sementara kerusakan LPJU di sepanjang jalan lingkar selatan Yogya dari wilayah Kasihan hingga Banguntapan menjadi tanggung jawab Kementerian, karena jalan tersebut merupakan jalan Nasional. “Banyak keluhan atau laporan dari masyarakat tentang kematian LPJU di jalan lingkar selatan ke Dishub Bantul, tetapi karena bukan ranah Dishub sehingga laporan masyarakat dilanjutkan ke Kementerian , tetapi hingga sekarang belum ada realisasi perbaikan dan penggantian lampu,” pungkas Aris Suharyanta. (Jdm)

 

 

BERITA REKOMENDASI