Nasib Apes Timpa Petani Nawungan, Puluhan Ton Brambang Belum Dibayar

Editor: Ivan Aditya

BANTUL, KRJOGJA.com – Belum dibayarnya puluhan ton bawang merah glowing produksi petani Dusun Nawungan Kalurahan Selopamioro Kapanewon Imogiri Bantul oleh koperasi sebagai pembeli sangat disayangkan. Petani kini berharap koperasi segera melunasi kekurangan pembayaran Rp 300 juta lebih itu. Namun hingga Jumat (06/08/2021) belum ada kabar koperasi mau membayar seperti yang dijanjikan.

“Beberapa hari lalu sudah masuk musim tanam lagi, sehingga petani yang belum terbayar ada yang utang kepada penjual bibit di Brebes. Mengembalikannya ke pedagang Brebes besok setelah koperasi membayar. Selain itu ada pula petani yang minjam petani lain yang sudah dibayar,” ujar Dukuh Nawungan 1 Kalurahan Selopamioro Imogiri, Jurianto kepada KRJOGJA.com, Jumat (06/08/2021).

Terkait dengan pembayaran kekurangan, Jurianto mengungkapkan koperasi akan melunasi Sabtu (07/80/2021). “Belum ada info (pembayaran. red) sampai jam segini,” ujarnya.

Jalan berliku harus dilalui petani di Dusun Nawungan Selopamioro Imogiri sebelum datang koperasi bersama dinas tersebut. Petani di wilayahnya kerap menghadapi persoalan ketika masuk panen raya.

“Persoalannya ialah ketika harga jual bawang merah dipasaran bagus oleh pedagang tersebut langsung ditebas. Namun ketika harga kurang bagus bawang merah tersebut tidak dibeli pedagang,” jelasnya.

Ditengah persoalan tersebut, datang koperasi yang sepengetahuan petani direkomendasi dinas, sehingga ketika masuk panen Bulan Mei lalu hasil panen bawang merah petani Nawungan sebagian masuk ke koperasi. Selama tiga kali penimbangan waktu itu yang dibayar cash hanya tiga ton, kemudian ada pembayaran lanjutan Rp 70 juta.

Namun sejauh ini koperasi masih nunggak pembayaran Rp 300 juta lebih milik 30 petani. “Petani di sini waktu itu sering menghadapi kendala soal penjualan. Kemudian dinas memberikan solusi dengan koperasi, kami percaya karena yang membawa dari dinas. Tetapi ternyata justru seperti ini,” ujarnya.

Jurianto berharap setelah mediasi sudah 10 kali dengan pihak koperasi dan pendampingan Dinas Pertanian Pangan Keluatan dan Perikanan (DPPKP) Bantul kemelut ini segera berakhir. Ketua Komisi B DPRD Bantul, Wildan Nafis SE justru heran mengapa petani belum dibayar.

Padahal musim panen waktu itu terjadi Bulan Mei. Oleh karena itu jangan buat petani kapok karena peristiwa ini. “Dalam kondisi seperti sekarang ini kondisi masyrakat sangat sulit, harus segera dibayar,” ujar politis Partai PAN ini. (Roy)

BERITA REKOMENDASI