Nasib Petani Bawang Merah Nawungan, Tunggakan Rp 368 Juta Belum Dibayar

Editor: Ivan Aditya

BANTUL, KRJOGJA.com – Kekurangan pembayaran jual beli bawang merah Rp 368 juta milik puluhan petani di Dusun Nawungan Selopamioro Imogiri Bantul makin tidak jelas. Jika sebelumnya pihak pembeli PT Mukti Mulyo Mandiri (3M) sanggup melunasi Senin (16/08/2021) kemarin, tapi hingga Kamis (19/08/2021) belum ada pembayaran sepeserpun. Petani berharap minggu ini semua dibayar agar kemelut berakhir.

“Hingga sekarang belum ada kabar tentang pembayaran, kami sudah lelah menunggu, sepertinya dipermainkan. Kami hanya orang kecil, pekerjaan disawah. Tetapi kenapa ada yang tega berbuat seperti ini. Tetapi kemarin saya telpon temannya Pak Sigit (Direktur PT 3M) yang namanya Pak Jambol, katanya sudah rapat dengan orang Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan (DPPKP) Bantul mau ambil apa yang ada atau aset yang ada milik Pak Sigit,” ujar Yuwono petani bawang merah Nawungan.

Dijelaskan, ketika berkomunikasi dengan Jambol diketahui Direktur PT 3M posisinya sekarang ini di Jakarta. Selain itu, bawang merah petani Nawungan juga sudah terjual semua.

“Kalau Pak Jambol selalu datang ketika penimbangan. Sehingga pada saat Pak Sigit sudah tidak bisa dihubungi saya hanya bisa menghubungi Pak Jambol,” ujarnya.

Sejauh sepengetahuan Yuwono, Jambol selama ini seperti pendamping Sigit. Tetapi soal keberadaan dan kondisinya seperti apa Direktur PT 3M, Jambol juga tidak tahu banyak. “Tahunya Pak Sigit hanya di Jakarta itu saja,” ujar Yuwono.

Menyikapi pertemuan DPPKP yang berencana menyita asset milik Direktur PT 3M. Petani Nawungan yang dirugikan tidak mau tahu. Paling utama ialah, kekurangan pembayaran bisa dilunasi minggu ini.

Ketua Komisi B DPRD Bantul, Wildan Nafis SE mengatakan, setelah menemui petani Nawungan Komisi B DPRD Bantul menyambangi kantor PT 3M. “Kita berhenti, ternyata tidak ada aktivitas apa pun di situ, kantor tutup. Hal ini menambah kecurigaan dan menimbulkan kekhawatiran Komisi B DPRD Bantul, jangan-jangan pembayarannya mundur mundur terus tidak tahu sampai kapan. Oleh karena itu Kepala DPPKP Bantul harus melakukan pendampingan. Kasihan nasib petani dibohongi jika tidak terbayar,” ujar Wildan. (Roy)

BERITA REKOMENDASI