New Normal Butuhkan Banyak Guru dan Tenaga Medis

Editor: Ivan Aditya

BANTUL, KRJOGJAcom – Guru dan tenaga medis akan banyak dibutuhkan saat penerapan New Normal. Dua profesi ini sangat dibutuhkan karena sistem pendidikan dan kesehatan di dimungkinkan akan berubah.

“Konsekuensinya membutuhkan biaya tinggi, namun tak ada pilihan lain kita harus tetap melaksanakan kehidupan New Normal ini,” jelas Wakil Bupati Bantul, H Halim Muslih.

Dengan konsep normal baru yang rencananya memberlakukan sistem shift pada siswa yang masuk sekolah atau memakai gedung baru dengan jarak tertentu membutuhkan tambahan tenaga pendidik lebih banyak. Selain itu konsep normal baru juga sangat berisiko pada potensi penularan.

“Ini membuat potensi penambahan sarana dan tenaga kesehatan tinggi. Karena new normal sangat berisiko. Sarana kesehatan seperti Puskesmas dan rumah sakit harus ditingkatkan kapasitasnya sebagai upaya antisipasi apabila banyak warga yang terpapar Covid19,” jelasnya.

Sementara itu, sampai saat ini Kabupaten Bantul belum dinyatakan bebas penularan Covid-19, sehingga belum ada pembebasan masjid untuk melakukan salat berjamaah, termasuk salat Jumat. Tapi karena sebagian masjid di wilayah Bantul sudah dipakai untuk salat Jumat, maka pihak takmir harus lebih tertib dan disiplin memberlakukan protokoler kesehatan kepada jemaah, sehingga memperkecil risiko penularan Covid-19.

Di Bantul sebaran Covid19 ada tren penururan. Dalam 4 hari terakhir, hingga Jumat (06/06/2020) kemarin tidak ada penambahan kasus positif, sehingga pasien positif yang pernah memuncak sampai angka 34 orang kini tinggal 10 orang. (Aje/Jdm)

BERITA REKOMENDASI