Oknum Prajurit TNI Tipu Wartawati, Rp 90 Juta Amblas

Editor: Ivan Aditya

BANTUL, KRJOGJA.com – NN (42) seorang wartawati sebuah surat kabar di Jawa Tengah (Jateng) menjadi korban penipuan yang dilakukan oleh oknum prajurit TNI AD berpangkat Sersan Kepala (Serka) berdinas di Koramil Tempuran Kodim 0705 Magelang bernama Yudha Wahyu Windarto. Warga Salatiga Jateng ini dijanjikan akan dinikahi dan dibangunkan sebuah rumah dua lantai oleh Serka Yudha. Bukannya mengajak ke pelaminan, Serka Yudha malah ‘morotin’ uang korban hingga mencapai Rp 90 juta dan ternyata oknum prajurit ini juga tak perjaka lagi alias telah memiliki istri serta anak.

Kasus penipuan ini disidangkan perdana di Pengadilan Militer (Dinmil) II-11 Yogyakarta, Selasa (28/01/2019). Sidang yang dipimpin Hakim Ketua, Letkol Laut (Kh) Koerniawati Syarif SH tersebut digelar dengan agenda mendengarkan keterangan saksi yang menghadirkan korban beserta ibunya, Asnimar serta ayah kandung Serka Yudha, Wagiran seorang Purnawirawan TNI.

Korban menceritakan awal perkenalannya dengan terdakwa yang terjadi dua tahun silam. Perkenalan keduanya terjalin melalui jejaring sosial Facebook yang kemudian berlanjut dengan saling bertukar nomer ponsel lalu janjian untuk ketemuan.

“Saat itu ia meminta bantuan untuk menyelesaikan kasus asuransi almarhum suami dari kakak kandungnya. Ia meminta bantuan karena menilai saya bisa mencarikan pengacara untuk kasus tersebut,” ungkap NN.

Pada awal hubungan asmara itu terdakwa mengenalkan diri dengan status bujang. Seiring berjalannya waktu Serka Yudha menyatakan suka dengan korban dan ingin menjalin hubungan lebih serius ke arah pernikahan.

Setelah berhasil meraih cinta korban, Serka Yudha mulai berani meminjam uang untuk menebus sertipikat rumah orangtuanya yang ia gadaikan untuk usaha berjualan oli. Terdorong untuk membantu menyelesaikan permasalahan orang yang dicintainya itu, korban akhirnya memberikan uang sebesar Rp 30.793.600 guna mengambil kembali sertipikat tersebut.

Penipuan Serka Yudha mulai terbongkar pada pertengahan tahun 2017 saat korban menemukan sebuah foto bayi di rumah orang tua terdakwa di Dusun Cepit Desa Banyuwangi Kecamatan Bandongan Kabupaten Magelang. Pada foto itu tertera nama Serka Yudha serta seorang wanita, Emi Susanti yang ternyata diketahui merupakan istri terdakwa.

Korban kemudian minta penjelasan dari keluarga Serka Yudha, termasuk kepada terdakwa. Dari pengakuan itu Serka Yudha membenarkan jika selama ini telah berbohong soal statusnya karena bila jujur sudah menikah dan memiliki anak khawatir korban tidak akan menerima dirinya.

“Saat menjelaskan itu, ia mengatakan pernikahannya diambang perceraian. Ia juga mengaku telah mengajukan surat gugatan cerai secara kedinasan,” tambahnya.

Korban akhirnya memberi kesempatan kepada Serka Yudha untuk melanjutkan hubungan, dengan syarat proses perceraian secara kedinasan segera diproses. Bahkan orang tua terdakwa juga menginginkan agar korban tetap menjalin hubungan dengan anaknya dengan alasan sudah tidak cocok dengan menantunya.

Saat hubungan korban dan terdakwa berlanjut, kebohongan Serka Yudha kembali terbongkar. November 2017 seorang sahabat Serka Yudha menyampaikan kepada korban jika ternyata oknum prajurit tersebut masih menjalin hubungan dengan istrinya.

Namun lagi-lagi tudingan itu ditepis Serka Yudha. Ia berusaha meyakinkan dengan cara mengajak korban untuk bertemu dengan istrinya. Saat dipertemukan, istri Serka Yudha mengaku telah mendapat cerita tentang siapa jati diri NN dan akhirnya korban tidak merasa khawatir menjalin hubungan dengan terdakwa.

Tak lama berselang Serka Yudha kembali beraksi lagi dengan meminta sejumlah uang kepada korban untuk melanjutkan proses pembangunan rumah dua lantai di kawasan Mertoyudan Magelang. Dijanjikannya rumah tersebut nantinya akan menjadi istana mereka kelak setelah keduanya menikah.

Korban yang mulai curiga langsung mencoba mencari informasi terkait rumah tersebut. Ternyata diketahui rumah yang dibangun itu bersebelahan dengan rumah mertua Serka Yudha, dimana istri dan anaknya tinggal selama ini. Selain itu ternyata surat cerai yang diajukan secara kedinasan selama ini sama sekali tidak pernah ada.

Tak terima dengan ulah oknum TNI AD tersebut, korban akhirnya melaporkan Serka Yudha ke POM Magelang. Sebelumnya korban sempat melaporkan ke POM IV/3 Salatiga, namun lantaran tempat terjadinya perkara banyak di Magelang maka penanganan kasus ini kini ditangani Sub Denpom Magelang.

Sementara itu kuasa hukum korban, Suroso Kuncoro SH menduga baik Serka Yudha dan istrinya telah melakukan persekongkolan untuk menipu korban. Tak hanya itu, keluarga Serka Yudha juga diduga mengetahui apa yang dilakukan anaknya itu dalam upaya mencari keuntungan materi dari korban.

"Kami patut menduga suami istrinya ini telah melakukan pemufakatan penipuan, dimana sang istri mengizinkan suaminya mendekati perempuan lain. Tujuan akhir keduanya adalah ‘morotin’ materi atau uang, sehingga dalam kasus klian kami ini diduga istri terdakwa turut serta atau bersekongkol," tegasnya.

Untuk itu kuasa hukum telah berencana melaporkan istri serta orang tua Serka Yudha ke Satreskrim Polres Magelang. Akibat aksi penipuan yang dilakukan Serka Yudha, korban menderita kerugian meteri sebesar kurang lebih Rp 90 juta. (Van)

BERITA REKOMENDASI