Ombak Semakin Ganas, 8 Wisatawan Terseret Gelombang Parangtritis

BANTUL,KRJOGJA.com – Kesigapan personel SAR Parangtritis dan Polair Polda DIY setidaknya sudah menyelamatkan delapan wisatawan dari maut. Bahkan yang terakhir, Rabu (28/6/2017) lalu tiga anak berhasil ditarik dari pusaran palung paling mematikan itu, kendati kondisi sudah lemas.

Tiga korban tersebut ialah Kevin (10 ), Rafel (13), Grasia (8)  ketiganya  warga  Jalan  Sungai Bengawan Solo Cilincing Jakarta Utara.  Korban lain yang diselamatkan pada Selasa (27/6/2017) yakni, Anisa (18), Wahyu (19), Dinda (18) serta Sumardi  (28) semuanya warga Ngeluar Tepi Sari Polokarto Sukoarjo Jawa Tengah. Sementara Senin (26/6/2017) sore SAR juga menyelamatkan Muhammad Afif Khomarudin (23) warga Sembungan Taraman Sidoarjo Surabaya.

Komandan SAR Bantul, Arif Nugraha, Kamis (29/6/2017) mengatakan, peristiwa yang hampir merenggut korban jiwa tersebut terakhir terjadi pada Rabu (28/6/2017) sekitar pukul 16.30.  Sore itu korban beserta rombongan tiba di Parangtritis sekitar pukul 15.30. Mereka bersama wisatawan lainnya asyik main air ditepi pantai. Namun tanpa disadari lokasi yang dimanfaatkan main merupakan daerah palung.  Dalam posisi asyik bermain air, tiba-tiba gelombang datang menerjang wisatawan yang berjubel di titik itu. Derasnya gelombang yang datang, arus baliknya langsung menggulung tiga korban ke tengah laut.  

"Gelombang tiba-tiba datang, arus baliknya yang sangat deras menyeret ketiganya, menggulung badan mereka hingga ke pusaran air ditengah laut," ujar Arif.

Melihat tiga wisatawan yang masih bocah tidak berdaya digulung air, personel SAR  Maretyanto (30) dan Brigadir Taufiq RI (30) dari Polair Polda DIY langsung menghambur ke tengah laut untuk memberikan pertolongan. Personel SAR lainnya seolah tidak peduli dengan gelombang pasang. Mereka terus saja menerobos air menuju korban yang terlihat terus menggelapar minta pertolongan.

“Mereka semua terseret arus dilokasi palung, tetapi semua dapat kami selamatkan, tetapi korban Wahyu dan Dinda kami larikan ke rumah sakit karena kondisinya kritis,” ujar Arif. Dari tiga peristiwa itu semua terjadi di palung Parangtritis. Tetapi ada petugas khusus berjaga di titik tersebut.

Sementara selama liburan Lebaran tahun ini secara keseluruhan menurunkan 93 personel. Dari jumlah itu,  terdiri SAR Bantul, Dit Polair Polda DIY, Pos AL Samas, Pramuka Saka Bahari  ditambah unsur relawan insidental.

“Khusus Parangtritis disiagakan 50 personel Depok 12, Samas 7 personel, Gua Cemara 7 personel, Kuwaru 6 personel, Pantai Baru 7  personel,” ujar Arif. (Roy)

 

BERITA REKOMENDASI