Operasi Patuh Progo Jaring 8.512 Pelanggar Lalulintas

Editor: Ivan Aditya

BANTUL, KRJOGJA.com – Operasi Patuh Progo 2019 yang digelar selama 15 hari, Rabu (11/09/2019) telah berakhir. Di Bantul selama digelar operasi terdapat 8.512 pelaku pelanggaran lalulintas.

Menurut Kasatlantas Polres Bantul, AKP Hj Cerryn Nova Madang Putri SH MM, Kamis (12/09/2019), dari jumlah pelanggar tersebut ada 5.446 yang terpaksa ditilang dan wajib menjalani sidang Tipiring di PN Bantul. Sementara 3.066 pelanggar dikenakan teguran. Jenis kendaraan yang terjaring miliputi 4.981 sepeda motor, sisanya kendaraan roda empat dan angkutan umum.

Baca juga :

Gudang Bahan Peledak Mako Brimob Semarang Meledak
Empat Mahasiswa UNY Ciptakan Sepatu Dari Limbah Kulit

"Sedangkan jenis pelanggaran yang dilakukan di antaranya, 2.406 kasus melawan arus, 1.582 tidak memakai helm SNI. Usia pelanggar didominasi pengendara usia 36 hingga 40 tahun," ungkapnya.

Fokus sasaran selama Operasi di Polres Bantul meliputi pengendara mobil tidak menggunakan sabuk pengaman, mobil bak terbuka untuk angkutan orang, mengendarai sambil menggunakan HP, masih dibawah umur, menggunakan lampu strobo, pengaruh alkhohol, tidak menggunakan helm pengaman dan melawan arus. Kasatlantas Polres Bantul menegaskan, walaupun tidak ada kegiatan Operasi Patuh, Polres Bantul tetap menjalankan operasi rutin, sehingga pengendara maupun pengguna lalulintas tetap berhati-hati dan berusaha tidak melakukan pelanggaran.

"Diharapkan dengan Operasi Patuh 2019 ini masyarakat akan lebih menyadari tentang kepatuhan terhadap peraturan lalulintas untuk menekan angka kecelakaan lalulintas yang selama ini Bantul tertinggi di DIY," harapnya. (Jdm)

BERITA REKOMENDASI