‘Overload’, TPST Piyungan Mestinya Tutup

Editor: Agus Sigit

PIYUNGAN, KRJogja.com – Kapasitas Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan saat ini sudah overload. Sesuai regulasi TPST Piyungan sebenarnya sudah tutup tahun 2012 lalu namun hingga  tahun 2018 terus ‘dipaksa’ untuk menampung sampah.

"Momentum Lebaran ini dalam sehari pasokan sampah yang masuk ke TPST mencapai 700 ton sehari, biasanya 500 lebih sedikit. Tapi bukan soal itu permasalahannya, mau 700 ton atau 800 ton bahkan 1.000 ton sehari tidak Masalah jika didukung prasarana mamadai," ujar Kepala Seksi TPST Piyungan Sarjani ST, Kamis (21/6).

Persoalan TPST di Piyungan Bantul ini sebenarnya sangat kompleks. Tidak hanya soal luasan terus menyempit, sementara pasokan sampah terus meningkat. Sedang prasarana  seperti doser dan ekskavator di kawasan itu juga dinilai sudah saatnya diremajakan.  

Menurut Sarjani, ketika kondisi lahan TPST Piyungan makin sempit prasarana doser dan ekskavator kondisinya harus prima. Jangan sampai alat pendukung tersebut mogok lantaran terjadi kerusakan. “Ketika alat berat mecet sebentar saja, sudah bisa dipastikan truk tidak bisa bongkar sampah. Karena memang kondisinya TPST ini sudah darurat sekali, tetapi alhamdulilah kami juga ada teknisi untuk memperbaiki jika rusak ” ujar Sarjani. 

Pihaknya bersyukur tahun 2017 lalu mendapat dua alat berat dari  Satker DIY lewat APBN. Tidak bisa dibayangkan ketika tidak ada dukungan dua alat berat dari Satker DIY, TPST Piyungan bisa kolaps. Karena dalam sehari pihaknya  harus menerima sekitar 170 truk pengangkut sampah dari Bantul, Sleman dan Kota Yogyakarta. Jumlah itu belum termasuk truk konvensional yang ikut membuang di kawasan itu.

Dijelaskan, sebenarnya   mengacu pada  peraturan, TPST Piyungan hanya menerima residu. Artinya  sampah tersebut sebelum masuk sudah dipilah ketika berada di TPST,  Reduce, Reuse dan  Recycle (3R). Sehingga sampah tersebut sudah dipilah ketika berada di TPST 3R yang ada di masing-masing kabupaten.  “Sesuai dengan ketentuan masing-masing TPST 3R sudah harus memilah sesuai dengan jenisnya, tetapi lihatlah ketika sampai disini,  ternyata masih bisa dipilah,” ujarnya. 

Oleh karena itu pihaknya minta agar secepatnya dipersiapkan lokasi baru untuk membangun TPST baru. Sebagaimana diketahui TPST Piyungan seluas 12,5 hektar, kemudian ada tambahan lahan seluas 2,5 hektare. (Roy)

BERITA REKOMENDASI