P2 TPA KK Coba Pulihkan Trauma Korban Penculikan Siswa di Dlingo

BANTUL, KRJOGJA.com – Korban percobaan penculikan yang juga siswi SD 2 Banjarharjo  Muntuk Dlingo, Putri Maesani hingga kini masih trauma. Bahkan putri pasangan Banjari dan Alfiah ini kerap ketakutan jika didatangi orang yang belum dikenalnya. Termasuk ketika Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak Korban Kekerasan (P2 TPA KK) Rekso Dyah Utami DIY, Jumat (20/9/2019) mengunjungi korban dan sekolah untuk mengetahui kondisi Putri. 

Baca Juga: Percobaan Penculikan Siswa SD Gegerkan Dlingo

Sementara setelah peristiwa percobaan penculikan itu, SD 2 Banjarharjo Muntuk dipadati orangtua untuk menjemput putra-putrinya. Sebagaimana diketahui percobaan penculikan itu terjadi Rabu lalu ketika  jam istirahat korban keluar lingkungan sekolah untuk membeli buku. Tetapi ketika akan kembali ke sekolah, korban berusaha ditarik oleh seseorang dan akan dimasukkan ke mobil box berpintu belakang. Namun upaya tersebut gagal karena bocah tersebut meronta. 

Kepala SD Banjarharjo 2 Muntuk Dlingo Bantul, Suprapto mengatakan,  setelah peristiwa itu terjadi anak didiknya itu  masih trauma. “Rabu kan itu kejadiannya, hari ini (Jumat –red) baru masuk sekolah, tetapi berdasarkan pengamatan wali kelasnya, anaknya masih trauma,” ujarnya. Suprapto mengatakan, jika siswanya setiap kali ditanya jawabnya konsisten. 

Dijelaskan, percoban penculikan itu terjadi setelah membeli buku. Saat berjalan kembali ke sekolah korban berusaha ditarik masuk mobil box oleh seorang lelaki, tetapi tidak berhasil kemudian mobil kabur ke arah jalan Terong. “Mobil boxnya itu menurut cerita pintunnya  dibelakang. Sebenarnya ada orangtua wali yang melihat dan berteriak, tetapi hingga belum diketahui siapa dia untuk bisa dimintai keterangan,” ujarnya.  

Agar peristiwa terulang, siswa tidak diperbolehkan main diluar sekolah selama istirahat. Wali murid juga diminta untuk menjemput putra –putrinya ketika pulang sekolah. “Karena banyak anak –anak kami rumahnya cukup jauh dengan sekolah, sehingga banyak yang jalan kaki. Kemudian sekarang kami sarankan untuk dijemput,” ujarnya. Kemudian pada tanggal 25 mendatang wali murid, pengawas  akan diundang ke sekolah terkait dengan hal itu. 

Baca Juga: Sekolah Diminta Tidak Terpancing Isu Penculikan Anak

Sementara Ifa Aryani SPSi MPSi dari Konselor Bagian Pengaduan     P2 TPA KK Rekso Dyah Utami DIY mengatakan, jika kedatangannya ke sekolah ingin melakukan pendampingan terhadap korban. Karena sudah mamasuki hari ke tiga setelah peristiwa tersebut. “Kita akan mendalami sejauh mana trauma yang dialami oleh siswi tersebut, ini merupakan langkah kami sebelum melakukan proses pemulihan,” ujar Ifa didampingi Yekti Utami ditemui di SD 2 Banjarharjo Muntuk Dlingo. Ifa mengatakan, merujuk hasil observasi dari gurunya  memang ada truama setelah peristiwa itu. “Dulunya aktif sekarang pendiam,” jelasnya.(Roy)

BERITA REKOMENDASI