Pandemi Covid-19, Angka Perkawinan Dini di Bantul Meningkat

BANTUL, KRJOGJA.com – Selama pandemi Covid-19 yang berlangsung sekitar 2 tahun angka perkawinan dini atau dibawah usia perkawinan normal mengalami peningkatan. Menurut data di Kantor Pengadilan Agama (PA) Bantul, selama tahun 2020 ( Januari- Desember) yang mengajukan despinsasi kawin ada 238 diputus 235. Pada tahun 2021, karena diberlalukan PPKM (Januari- November) tercatat ada 172 diputus 153.

Humas PA Bantul, Arief Rahman SH menyampaikan batas usia kawin yang dulu minimal 15 tahun sekarang minimal 19 tahun. Sedangkan pemohon dispinsasi kawin usianya masih dibawah 19 tahun.”Pada umumnya pemohon dispinsasi kawin mengalami halangan atau hamil duluan dan mereka masih status pelajar di bangku SMA bahkan ada yang masih SMP,” papar Arief.

Tingginya angka perkawinan dini ada dugaan karena salah satunya dampak dari pandemi Covid-19. Selama pandemi Covid-19 sekolah hanya melalui daring. Anak-anak banyak berada dirumah atau bermain yang kurang pengawasan dari orang tua, sehingga terjadi pergaulan bebas di kalangan anak-anak usia SMP- SMA. Kemudian mereka melakukan hubungan terlarang yang mengakibatkan berhalangan sehingga terpaksa mengajukan dispensasi kawin dini.

Pandemi Covid-19 selama 2 tahun juga berdampak naiknya angka cerai gugat (cerai yang diajukan oleh pihak perempuan). Dengan adanya pandemi -Covid-19 banyak terjadi PHK, kaum laki-laki tidak bekerja karena PHK. Akibatnya tidak bisa memberi nafkah kepada keluarga dan istri mengajukan cerai gugat.

Data di PA Bantul, angka cerai talak,(diajukan pihak suami) 2020 (Januari-Desember) terima 344 putus 374. Cerai gugat 2020 (Januari- Desember) terima 936 putus 1024. Cerai talak 2021(Januari-November) terima 497 putus 384. Cerai gugat 2021 (November-Desember) terima 1270 putus 1320.(Jdm)

BERITA REKOMENDASI