Pandemi Covid-19, Omzet LPG Non Subsidi Anjlok 40 Persen

Ditambahkannya penurunan konsumsi saat pandemi ini karena berbagai sektor industri seperti pariwisata, restoran dan lain sebagainya itu mengalami drop bahkan ketika pembatasan PTKM seperti saat ini beberapa dari sektor ini lumpuh dan tidak beroperasi sama sekali.

Pemilik agen Kudamas ini menegaskan penurunan omzet pengusaha dan agen elpiji itu karena penjualan barang kebutuhan pokok terhadap sektor usaha yang menggunakan barang nonsubsidi itu seperti industri restoran, hotel menurun drastis.

“Karena masyarakat lebih banyak di rumah, kondisi ini juga dialami semua agen di DIY. Omzet hotel dan restoran menurun drastis tidak ada tamu sehingga tidak memasak dan mempengaruhi kondisi penjualan elpiji utamanya non subsidi,” terangnya.

Sebelum pandemi Covid-19 melanda pendapatan agen dari hasil penjualan per hari bisa mencapai Rp10 juta, namun selama pandemi rata-rata sebesar Rp 6 juta, saat PTKM ini dipastikan anjlok lagi utamanya LPG non subsidi.

BERITA REKOMENDASI