Pantau Kesehatan Remaja, Tim PKM FK UGM Optimalkan Posbindu

Editor: KRjogja/Gus

BANTUL, KRJOGJA.com – Tiga dosen  Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (UGM) menggelar Program Kemitraan Masyarakat (PKM) di Dusun Cabeyan, Desa Panggungharjo, Kecamatan Sewon, Bantul. PKM mengangkat topik Posbindu yakni Pos Pembinaan Terpadu, untuk memantau kesehatan masyarakat kelompok usia 15-50 tahun di tingkat dusun.

Kegiatan yang dilakukan selama bulan September 2018 ini diantaranya berisi sosialisasi tentang Posbindu, penyuluhan tentang Penyakit Tidak Menular terutama gizi dan kesehatan reproduksi remaja, skrining anemia, pelatihan pemeriksaan kesehatan sederhana hingga manajemen Posbindu secara mandiri.

Program dengan skema pendanaan pengabdian masyarakat Kementrian RISTEKDIKTI ini dipimpin dr. Prima D. Ratrikaningtyas, dengan anggota Lastdes CF. Sihombing S.Gz, dan Drs Abdul Wahab, MPH. Dusun Cabeyan dipilih sebagai lokasi PKM karena merupakan satu dari tiga dusun di Desa Panggungharjo yang telah mencanangkan Posbindu. 

"Di Cabeyan program ini sempat terkendala karena pemilihan waktu periksa yang kurang tepat, sehingga setelah dilakukan diskusi, disepakati bahwa pelaksanaan Posbindu akan dibarengkan dengan acara perkumpulan masing-masing warga, misalnya perkumpulan remaja, arisan ibu-ibu, rapat RT bapak-bapak, arisan remaja masjid, dan lainnya," ujar dr. Prima D. Ratrikaningtyas, Sabtu (6/10).

dr. Prima menambahkan tujuan kegiatan PKM ini adalah meningkatkan angka kunjungan remaja ke Posbindu agar remaja terpantau kesehatannya secara rutin. Mitra yang digandeng tim UGM adalah kader kesehatan dan remaja di Dusun Cabeyan. 

"Agar bisa dilaksanakan mandiri dan bisa membantu tugas kader, remaja dilatih untuk melakukan pemeriksaan kesehatan kepada temannya sendiri, sehingga pemeriksaan akan lebih cepat. Kader dan remaja digilir untuk bertugas melakukan pemeriksaan kesehatan sesuai jadwal," kata dr. Prima.

Melalui hibah ini Posbindu Dusun Cabeyan mendapatkan bantuan berupa dua paket alat kesehatan  beserta perlengkapannya, serta bibit tanaman pepaya untuk dibagikan ke mitra. Remaja juga diberi kartu sehat untuk mencatat perkembangan kesehatan seperti  berat badan, tinggi badan, lingkar perut, tebal lemak, tekanan darah dan kadar gula darah.

"Apabila ada hasil pemeriksaan yang tidak dalam batas normal, remaja akan dirujuk ke Puskemas terdekat," tambahnya.

Pemerintah Desa Panggungharjo mengapresiasi program Posbindu ini dan akan memberikan bantuan berupa satu paket alat kesehatan untuk Posbindu serta dana untuk rapat koordinasi Posbindu. 

"Diharapkan kegiatan ini dapat menginspirasi Posbindu di daerah lain agar kesehatan remaja sebagai penerus bangsa terpantau dan penyakit dapat terdeteksi sejak dini," pungkasnya. (Git)

 

 

 

BERITA REKOMENDASI