Papua Design Weeks Pamerkan Panah Noken hingga Patung

Editor: Ivan Aditya

BANTUL, KRJOGJA.com – Pameran Papua Design Weeks menampilkan sedikitnya 20 karya seni dan budaya mahasiswa Papua di Yogyakarta. Pameran yang digelar secara daring dan luring ini dilaksanakan di Sangkring Art Space, Nitiprayan Bantul mulai 10 hingga 21 Januari 2021

Beberapa produk kerajinan asal Papua ditampilkan dalam pameran. Seluruhnya merupakan hasil karya mahasiswa Papua seperti tas noken, panah cinderamata, lukisan hingga patung yang begitu menarik.

Elna Febi Astuti, Ketua Pelaksana Papua Design Weeks mengatakan produk seni budaya dari mahasiswa Papua bisa disaksikan secara virtual sebagai upaya mengurangi kemungkinan kerumunan. Agenda pameran semata dibuat untuk mengungkap eksistensi dan kekayaan budaya masing-masing entitas kultural di Tanah Papua.

“Kami juga ingin menggugah dan meningkatkan jiwa entrepreneur anak muda Papua dalam menciptakan desain produk dan menemukenali peluang media promosi digital di era kemajuan teknologi. Ada kurang lebih 20 produk seni dan budaya yang dibuat sendiri oleh teman-teman mahasiswa Papua,” ungkap Elna pada media, Senin (11/01/2021).

Jhon Kaisma, salah satu peserta membuat ukiran Asmat selama yang ternyata diselesaikan dalam waktu satu minggu. Ia berkarya di waktu luangnya setelah menjalani kegiatan perkuliahan daring.

“Saya kebetulan buat ukiran Asmat yang memang salah satu ciri khas daerah. Mudah-mudahan bisa dinikmati dan ada nilai tersendiri yang bisa didapatkan,” ungkap mahasiswa asal Mappi itu.

Selain budaya asli Papua yang begitu luar biasa, dalam pameran ini juga dihadirkan karya seni dan budaya kontemporer yang lahir sebagai manifestasi estetik dan refleksi nilai yang bersifat kritis terhadap sistem ekonomi-sosial-kultural yang melingkupinya. Hal ini menjadi menarik, manakala proses pembuatannya berhasil divisualisasikan sehingga tidak kehilangan roh dan gagasan otentik para empu-nya.

“Siapa saja yang tertarik bisa datang ke Sangkring Art Space, atau melalui daring. Semoga apa yang dibuat ini bisa menumbuhkan makna,” pungkas Elna. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI