Pasar Tradisional Tak Boleh Kalah dengan Minimarket

Editor: Ivan Aditya

BANTUL, KRJOGJA.com – Pasar rakyat atau pasar tradisional di Kabupaten Bantul siap bersaing di era modern saat ini. Pemkab Bantul bahkan menjamin infrastruktur atau sarana prasarana yang memadai agar tidak boleh kalah dengan supermarket.

"Pasar merupakan simbol ekonomi kerakyatan dan penuh dengan nilai atau kearifan lokal. Berbelanja di pasar rakyat tidak sekadar untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari namun ada interaksi sosial," tegas Bupati Bantul Drs H Suharsono.

Menurut Suharsono, pembangunan pasar adalah bagian dari tanggungjawab dan komitmen Pemkab Bantul sebagai upaya mensejahterakan masyarakat. Baik yang melalui dana APBD maupun Dana Alokasi Khusus (DAK) yang tujuannya tidak lain agar akses ekonomi di Bantul semakin nyata dinikmati masyarakat.

"Maka jangan sampai pasar-pasar rakyat di Bantul kalah dengan supermarket. Mari bersama-sama dijaga dan dirawat kebersihannya sehingga pembeli yang datang semakin banyak. Konsumen kalau datang juga disapa dengan senyum. Pokoknya pasar rakyat siap bersaing," tegasnya.

Sementara Kepala Dinas Perdagangan Bantul Ir Subiyanto Hadi MM, menjelaskan anggaran rehabilitasi pembangunan pasar rakyat tersebut dari alokasi APBD 2018 untuk senilai Rp 2,2 miliar, khusus untuk Pasar Bantul. Selain itu masih ada sokongan dana dari pemerintah pusat melalui DAK sebesar Rp 5,3 miliar, masing-masing untuk Pasar Gatak, Pasar Turi, Pasar Bendosari, Pasar Gumulan, dan Pasar Jodog. Dengan dibangunnya pasar rakyat tersebut diharapkan perekonomian masyarakat terutama yang ada di pedesaan dapat bergairah.

"Harapan kami juga mampu meningkatkan kenyamanan pedagang maupun pembeli dan pengunjung pasar. Citra pasar rakyat yang kumuh, bau, becek, jorok berganti menjadi pasar yang bersih," urai Subiyanto. (Jdm)

BERITA REKOMENDASI