Pasien Covid-19 Melarikan Diri, Tewas di Kolam 

Editor: Ivan Aditya

BANTUL, KRJOGJA.com – Agus Riyanto (41) warga Demi Bendo Wukirsari Imogiri, pasien Covid-19 di Rumah Sakit Lapangan Khusus Covid (RSLKC) Bambanglipuro Bantul ditemukan tewas terapung di kolam sebelah RSLKC milik Lusiana Sajilah (64) pedukuhan Dawetan Jln Bantul- Samas, Selasa (03/08/2021) pukul 07.00 WIB. Diduga kuat pasien tersebut mau melarikan diri keluar dari rumah sakit, tetapi terpeleset saat kabur dari lantai atas dengan cara menjebol jendela yang terbuat dari alumunium.

Kepala RSLRK, dr Glory di depan sejumlah wartawan anggota Forum Pewarta Bantul ( FPB), membenarkan kasus terjadinya pasien Covid yang ditemukam tewas di kolam tetangga tersebut. “Hasil pemeriksaan Polisi ini bukan meninggal karena penganiayaan, tetapi murni karena kecelakaan,” jelas dr Glory.

Dijelaskan oleh dr Glory, pasien Agus Riyanto mulai terpapar Covid -10 pada 30 Juli 2021, awalnya di karantina di shelter Niten Sewon Jln Yogya- Bantul. Tetapi pada hari Minggu (01/07/2021), karena pasien merasa sesak atau mengeluh sakit, sehingga pasien tersebut dibawa ke RS Lapangan Khusus Covid di Bambanglipuro. Di RSLKC ditempatkan di ruang khusus laki-laki di lantai dasar. “Satu kamar tempati 5 orang,” papar dr Glori.

Selasa kemarin perawat di RSLKC geger, karena pasien Agus Riyanto tidak ada di kamarnya atau di dalam rumah sakit. Kemudian dilakukan pencarian sepanjang jalan Samas, tetapi Agus tidak ditemukan.

Pukul 07.00 WIB saat Lusiana tetangga sebelah rumah sakit ketika sedang keluar di halaman rumahnya melihat ada mayat di kolam. Kejadian tersebut langsung dilaporkan Polsek setempat untuk dilakukan pemeriksaa sekalian rukti jenazah dan pemakaman. Hasil pemeriksaan kematian Agus tidak ada unsur penganiayaan.

Diduga kuat saat pasien lain pada lelap tidur dan pasien kecapaian Agus berusaha keluar dari rumah sakit, tetapi terpeleset dan jatuh dari lantai dua rumah sakit. Sementara Wakil Bupati Bantul Joko B Purnomo selaku Ketua Harian Satgas Covid Bantul, menyayangkan kejadian tersebut dan minta kepada petugas agar kejadian tersebut tidak terulang lagi.

Untuk itu Wabup Bantul langsung menghubungi Dinas Kesehatan Bantul untuk melakukan pengecekan. Kalau memungkinkan di rumah sakit tersebut ditambah pagar pengaman.

Menurut Wabup Bantul, ada kemungkinan karena depresi pasien tersebut nekad bermaksud melarikan diri tetapi malah mengalami kecelakaan. (Jdm/Roy)

BERITA REKOMENDASI