Pasien Pakai BPJS Kesehatan, Dipindah ke Kelas VIP

BANTUL (KRjogja.com) – Kuasa hukum RS Rachma Husada Tri Suyud Nusanto SH SSi MA MM MTh membantah tuduhan rumah sakit enggan menerima pembayaran biaya pengobatan pasien sama sekali tidak benar.

Menurut Tri Suyud pasien menjalani pengobatan dengan jaminan BPJS Kesehatan, sehingga rumah sakit membebaskan biaya pengobatan. Sedangkan penempatan pasien di kelas VIP merupakan murni inisiatif pihak rumah sakit. (Tuding Keluarga Beri Keterangan Palsu)

"Karena semua sudah penuh, termasuk kelas dua, sehingga kami masukkan VIP. Kami jufga punya bukti keluarga pasien telah membuat surat persetujuan rawat inap di kelas 2, BPJS. Kalau disuruh bayar, ini orang gila, BPJS itu tidak ada yang namanya suruh bayar,”  tegasnya.

 
Karena itu, kata Tri Suyud manajemen  Rachma Husada berencana melakukan gugatan balik terhadap Yuli sebagai pelapor di kepolisian. Sementara hasil diagnosa penyakit yang diderita pasien, rumah sakit tidak akan menyampaikan ke media karena merupakan rahasia medis. "Statment ini berindikasi mencemarkan nama baik Rumah Sakit Rachma Husada, pembohongan publik itu namanya. Akan kita gugat balik saudara Yuli ini,"  kata Tri Suyud.

Sebelumnya, kasus meninggalkan pasien secara mendadak di Rumah Sakit Rachma Husada  terus menggelinding dan melalui kuasa hukumnya Tri Suyud Nusanto SH SSi MA MM MTh justru menuding Yuli Samsidah selaku keluarga pasien telah pernyataan palsu kepada media massa.  (Roy)

 

 

BERITA REKOMENDASI