Pasir Timbun Jalan di Parangkusumo, Wisatawan Mengeluh

BANTUL, KRJOGJA.com – Sejumlah wisatawan mengeluhkan banyaknya material pasir di jalan berkonblok sisi barat Pantai Parangkusumo Parangtritis Kretek Bantul. Keberadaan pasir bertekstur halus tersebut jika tidak segera dibersihkan menjauh dari badan jalan akan membuat pengunjung tidak nyaman. Sementara Unit Pelaksana Kegiatan (UPK) Pantai Parangtritis berjanji bakal segera merespons keluhan wisatawan itu.

Hanifah, salah satu wisatawan yang ditemui KRJOGJA.com, Minggu (23/6/2019) mengungkapkan,  kalau keberadaan pasir itu cukup mengganggu kenyamanan pengunjung berwisata.  Menurutnya, jika volumenya sedikit tidak menjadi persoalan, tetapi saat ini hampir separuh badan jalan tertimbun pasir. “Kalau saya pribadi melihat kondisi sekarang ini memang cukup mengganggu. Prinsipnya jika sesuatu tidak pada tempatnya itu jelas mengganggu, demikian halnya dengan pasir ini,” ujar perempuan asal Magelang itu. 

Dalam kondisi sekarang ini tidak perlu saling menyalahkan, semua terjadi karena faktor alam. “Karena dimintai pendapat ya seperti menurut saya, harapan kami pemerintah Bantul segera saja mengambil langkah-langkah  kongrit,” jelasnya.

Keberadaan Pantai Parangtritis sebagai objek favorit wisatawan  di Bantul bahkan di  DIY memang harus  bisa menjaga citra positif. Kondisi seperti itu tidak akan jadi persoalan ketika terjadi ditempat lain.  Tetapi karena di Parangtritis, sehingga banyak menimbulkan polemik jika tidak segera ditangani. Dari pantauan KRJOGJA.com di lapangan, tumpukan material pasir itu terjadi di sisi barat jalan konblok  sisi barat Pantai Parangkusumo. Jalan tersebut sebenarnya sebagai penghubung  wisatawan dari Depok, Pantai Cemara Sewu atau Gumuk Pasir menuju Pantai Parangtritis dan sebaliknya.

Terpisah Kepala Unit Pelaksana Kegiatan (UPK) Suranto mengatakan, secepatnya bakal membersihkan tumpukan pasir di jalan itu. Menurutnya  setiap musim kemarau material pasir selalu naik ke badan jalan setelah terbawa hembusan angin. Sehingga badan jalan konblok memang kerap terselimuti tumpukan material pasir. “Dalam setahun biasanya pembersihan material pasir itu bisa dilakukan  2 hingga 4  kali,” ujar Suranto.(Roy)

 

BERITA REKOMENDASI