PCM Pandak Gelar Pelatihan Olah Singkong Jadi Mokaf

Editor: Agus Sigit

PANDAK, KRjogja.com – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) dan Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Pandak Barat Bantul dibantu RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta menyelenggarakan pelatihan mengolah singkong untuk dijadikan tepung Modifief cassava flour (Mokaf ), selama dua hari, Sabtu dan Minggu (3-4/4).

Pelatihan yang dibuka wakil dari Pimpinan Daerah Muhmmadiyah (PDM) Bantul, Ir H Edy Haryanto ini merupakan upaya membantu pemerintah dalam program ketahanan pangan.Peserta latihan dari kalangan ibu- ibu, mahasiswa dan pemuda.

“Selain membantu program ketahanan pangan, juga untuk penguatan Cabang Muhammadiyah Pandak Barat”, papar Edy.

Yang diharapkan, pada masa pandemi Covid-19 dan transisi menuju adaptasi kebiasaan baru , dengan tantangan yang dihadapi adalah bagaimana agar warga masyarakat tetap produktif untuk menjalankan aktivitas , tetapi tetap menerapkan protokoler kesehatan, guna mencegah penularan , Covid-19.

Maka melalui kegiatan pelatihan mengolah singkong untuk dijadikan Mokaf dengan tema ,”Menguatkan ketahanan ekonomi dan ketahanan pangan , untuk memperluas kiprah Muhammadiyah bagi umat”.
Sementara Ketua PCM Pandak Barat, Harmanto menjelaskan, di Pandak Barat saat ini menanam 1.200 pohon singkong unggul di lahan tanah wakaf milik Muhammadiyah. Karena selama ini lahan tersebut belum dimanfaatkan, maka oleh PCM dan PCA Pandak Barat ditanami singkong.

Setiap batang singkong rata-rata menghasilkan 30 sampai 40 kg singkong, sehingga harus dipersiapkan pengolahannya. ” Jika tidak dibuat mokaf dan hanya dipasarkan dengan bentuk makanan olahan bisa turah-turah,” ungkap Harmanto.

Kegiatan PCM dan PCA Pandak Barat selain pembudidayaan singkong unggul juga menggalakkan tanaman pertanian lainnya, khususnya tanaman di lahan pekarangan. (Jdm)

BERITA REKOMENDASI