PDAM Optimalisasi Produksi Air

Editor: Ivan Aditya

BANTUL, KRJOGJA.com – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bantul dalam menghadapi musim kemarau panjang mulai melakukan optimalisasi kapasitas produksi air di beberapa intake suplai air maupun di 15 sub unit intake di seluruh Bantul. Terutama yang disalurkan ke pelanggan wilayah Bantul Barat yakni di Pajangan, Sedayu dan Bangunjiwo Kasihan serta di Bantul Timur meliputi Dlingo dan Imogiri.

Direktur PDAM Bantul Arinto HB SE menjelaskan jumlah pelanggan PDAM hingga saat ini tercatat ada 31.000 KK tersebar di seluruh Bantul. Tetapi sebagian besar atau 50 persen lebih berada di wilayah Bantul Barat.

Karena itu upaya optimalisasi kapasitas produksi lebih banyak diupayakan untuk memenuhi pelanggan di Bantul Barat. Seperti pembuatan dua sumur resapan di Pajangan untuk memenuhi suplai di pinggir Sungai Progo dengan kapasitas 50 liter perdetik, juga dari intake lainnya, seperti yang ada dari Dlingo dan lainnya.

Menurut Arinto, pengadaan dan penyuplaian air di wilayah rawan kekeringan seperti Dlingo dan sebagian di Imogiri, hampir tidak ada masalah karena pelanggan sudah tercukupi kebutuhan air dari PDAM. Tetapi penduduk yang tidak berlangganan air bisa mengalami kekurangan. "Kami berupaya melakukan optimalisasi kapasitas produksi agar pelanggan tetap tercukupi kebutuhan air bersihnya," jelasnya.

Selain upaya optimalisasi produksi air, PDAM Bantul setiap tahunnya menawarkan sambungan murah bagi pelanggan baru dengan biaya Rp 100. 000 sudah termasuk pemasangan jaringan. Pada tahun 2020 mendatang jumlah pelanggan PDAM Bantul diprediksi bertambah menjadi 33.000 KK.

Arinto mengakui, kelancaran suplai air bisa sering terjadi karena ada giliran mati listrik. Tetapi saat ini PDAM sudah melakukan pengadaan genset untuk dipasang di intake yang sering mengalami kendala listrik. (Jdm)

BERITA REKOMENDASI