Pekerja Kecewa Kenaikan UMK, Disnakertrans Bantul Segera Sosialisasi

Editor: Ivan Aditya

BANTUL, KRJOGJA.com – Disnakertrans (Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi) Bantul segera melakukan sosialisasi tentang pemberlakuan Keputusan Gubernur DIY tentang UMP/UMK di Yogyakarta.

Menurut Kabid Hubungan Industrial Disnakertrans Bantul Hj Anursina SH MH, Jumat (26/11/2021), sosoalisasi kepada pekerja se Bantul mulai 2 Desember 2021. Kemudian akan dilanjutkan monitoring ke perusahaan- perusahaan.

Dihubungi terpisah Ketua SPSl Bantul Fardhanatun mengaku sedikit kecewa dengan SK Gubernur DIY tentang UMK Bantul 2022 dengan besaran Rp 1.916. 848. Karena sebenarnya harapan pekerja besaran UMK Bantul paling tidak mestinya sama dengan kabupaten sekitar.

Seperti Klaten 2021 sudah tembus Rp 2 juta. Padahal harga pangan di Klaten tidak jauh berbeda dengan Bantul. “Ya minimal sama lah dengan Klaten,” kata Fardhanatun.

Sementara menurut Ponijan pengurus SPSI DIY yang tempat kerjanya di Bantul, besaran UMK 2022 belum sesuai dengan yang diharapkan. Dengan adanya undang-undang dan peraturan pemerintah yang baru tentang ketenagakerjaan dan pengupahan, wakil pekerja yang duduk di Dewan Pengupahan tidak bisa berbuat banyak.

Meskipun ada kenaikan harapan kepada pemerintsh bisa lebih intens dan ketat lagi dalam mengwasan pelaksanaan UMK/UMP serta dalam pelsksanaan struktur sekala upah di tingkat perusahaan. Selain itu juga memikirkan lagi peningkatan kesejahteraan pekerja dan keluarga untuk menambah penghasilan, baik melalui diklat-diklat usaha produktif bagi pekerja demi meningkatkan daya beli pekerja sehingga perekonomian meningkat. (Jdm)

BERITA REKOMENDASI