Pelaku Penista Agama Dilimpahkan ke Pengadilan

Editor: Ivan Aditya

BANTUL, KRJOGJA.com – Seorang pelaku perkara penista agama, SP (32) warga Grojogan Wirokerten Banguntapan Bantul telah dilimpahkan ke PN Bantul. Dengan pelimpahan tersebut, Kejaksan Negeri (Bantul) menyatakan kasus penista agama dengan mencorat-coret Al Quran dan membuang ke kloset kamar mandi telah memenuhi unsur pidana.

“Kasusnya sudah kami limpahkan ke pengadilan dan kami masih menunggu hari sidang,” ujar Kasipidum Kejari Bantul, Sabar Sutrisno SH kepada KRJOGJA.com, Kamis (22/06/2017).

Disebutkan, kejadian tersebut terjadi pada April 2017 di Gereja Ganjuran Bantul dan di Rumah Sakit Panembahan Senopati Bantul. Sebelum mencorat-coret Al Quran, pelaku mendapat kitab suci tersebut di Makam Syech Maulama Magribi di Parangtritis Kretek Bantul.

Setelah mendapat Al Quran kemudian dicorat-coret dan ditulis nama-nama geng-geng di Yogya dan tokoh-tokoh yang diidolakan pelaku. Setelah itu Al Quran dibuang di closet kamar mandi kompleks Gereja Ganjuran Bantul dan dibuang di RSUD Panembahan Senopati Bantul.

Sebelum melakukan penistaan agama, pelaku yang diketahui seorang satpam penah belajar di Pondok Pesantren Lirboyo Kediri Jawa Timur. Diduga karena tak mampu memahami Al Quran pelaku akhirnya stres dan melampiaskan kekecewaan dengan mecorat-coret Al Quran dan membuang ke closet kamar mandi.

Dari perbuatan tersebut, jaksa penuntut umum menjerat pelaku dengan pasal 156 ahuruf a KUHP. Sementara Panitera Muda Pidana PN Bantul, Suharna SH MH mengaku telah menerima berkas pelimpahan pelaku penista agama dari Kejari Bantul.

Setelah menerima pelimpahan, ketua pengadilan juga telah menetapkan majelis hakim dan tanggal sidang. “Pengadilan telah menunjuk majelis hakim diketuai Subagyo SH MHum dan menetapkan sidang perdana pada Senin 3 Juli mendatang,” tegasnya. (Usa)

BERITA REKOMENDASI