Pelatihan Diservikasi Olahan Pepaya Agar Jadi Makanan Inovatif

Editor: Ary B Prass

 

BANTUL, KRJOGJA.com – Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) dan Program studi Bisnis Jasa Makanan (Bisma) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) berkolaborasi dalam Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) di Desa Jatimulyo, Kapanewon Dlingo Kabupaten Bantul mengadakan beberapa pelatihan dan pendampingan. “Pengabdian masyarakat dalam program PPM Multiyears (3 tahun) didukung oleh LPPM-UAD ini bertujuan menjadikan Jatimulyo sebagai salah satu desa binaan,” ujar Heni Siswantari SPd MA, Ketua Tim PPM-UAD, Senin (05/07/2021).

Adapun potensi desa yang diangkat Jatimulyo sebagai desa wisata seni dan budaya dengan menjunjung kearifan lokal. Pendampingan ini direncanakan selama tiga tahun dengan mengembangkan bidang seni pertunjukan (musik dan tari) dan kuliner dengan Ketua Tim, dirinya, Heni Siswantari SPd MA serta Retnosyari Septiyani STP MSc dan Sularso MSn sebagai anggota.

Menurut Heni Siswantari, salah satu kegiatan yang telah dijalankan Pelatihan Kuliner yang diadakan  19-20 Juli 2021 mengangkat tema ‘Diversifikasi Olahan Pepaya’ sebagai produk inovasi dan unggulan daerah. Pemilihan produk ini dikarenakan di Desa Jatimulyo banyak pohon pepaya lokal dan hampir tiap rumah memilikinya sehingga jumlah buah pepaya cukup banyak dan pemanfaatannya selama ini hanya di konsumsi segar dan sebagai pakan burung karena rasanya dianggap kurang enak jika dibandingkan pepaya varietas yang lain. Oleh karena itu, Retnosyari Septiyani S dibantu oleh Nurul Suciyani dan Milenia Indah Wisudawati dari Prodi Bisnis Jasa Makanan sebagai narasumber pelatihan memberikan cara pengolahan pepaya menjadi permen pepaya, cookies pepaya, keripik pepaya dan brownies pepaya yang memiliki nilai ekonomis yang lebih tinggi.

BERITA REKOMENDASI