Pelatihan Pembuatan Reaktor Ember Tumpuk, Tanggulangi Sampah Organik

Editor: Ivan Aditya

BANTUL, KRJOGJA.com – Dosen dan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Alternatif 81 Unit IA3 Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyelenggarakan kegiatan pelatihan pengolahan sampah menggunakan media reaktor ember tumpuk dan maggot, Minggu (22/05/2022). Kegiatan dilaksanakan di Gedung Griya Luwes RT 04 Dusun Mantup, Kelurahan Baturetno, Kapanewon Banguntapan, Bantul dengan diikuti oleh 45 ibu-ibu PKK Dukuh Mantup.

Pelatihan ini dipandu oleh Haris Setiawan SPd MSc dari program studi Biologi, FAST-UAD. Haris Setiawan mengatakan, beberapa waktu lalu, Yogya mengalami darurat sampah. Sampah-sampah menggunung di berbagai daerah Yogya karena TPST Piyungan ditutup. Sehingga warga mengeluh dengan bau yang menyengat yang ditimbulkan dari sampah tersebut.

“Maka dari itu dosen dan mahasiswa KKN UAD menyelenggarakan pelatihan cara mengolah sampah organik dengan mudah yaitu menggunakan media ember tumpuk dan dibantu Larva Maggot,” ujarnya Selasa (24/05/2022).

Dijelaskan, kegiatan ini bertujuan untuk mengatasi masalah penumpukan sampah organik, dikarenakan sampah organik menjadi masalah tersendiri dan bersumber dari lingkup paling kecil yaitu rumah tangga. Pada umumnya sampah organik hanya dibuang dan dibiarkan begitu saja.

Apabila sampah organik ini tidak diolah maka akan menimbulkan masalah baru, oleh karena itu pengolahan sampah organik menggunakan ember tumpuk ini solusi untuk mengatasi masalah pada limbah sampah organik ini.

“Penggunaan ember tumpuk dan maggot sebagai media pengolahan sampah akan menghasilkan banyak manfaat. Penguraian sampah menggunakan maggot (Larva lalat Black Soldier Fly) akan lebih cepat terurai. Sampah yang terurai akan menghasilkan air lindi yang dapat dimanfaatkan sebagai Pupuk Organik Cair (POC). Selain itu, maggot dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak yang mengandung protein tinggi,” kata Haris Setiawan.

Kegiatan ini dilaksanakan secara langsung, yaitu dengan mempraktikan bahan-bahan yang sudah disedikan berupa sampah rumah tangga atau sampah organik, maggot dan ember tumpuk. Pembuatan ember tumpuk ini dibutuhkan dua ember, satu ember dengan kran untuk mengeluarkan air lindi dan satu ember diberi lubang yang berisikan maggot.

“Pelatihan ini diharapkan dapat membantu menyelesaikan masalah dalam mengatasi limbah rumah tangga berupa sampah organik dan diharapkan juga membantu mensukseskan Bantul Bersih Sampah (Bantul Bersama 2025),” Kata Adib Al Husein selaku Ketua KKN UAD.

Ditambahkan Suryani selaku Dukuh Mantup mengucapkan terimakasih banyak kepada UAD karena memberikan pelatihan yang sangat bermanfaat kepada ibu-ibu PKK, sehingga harapannya di setiap rumah dapat mengaplikasikan cara pengolahan sampah organik menjadi pupuk. (Jay)

BERITA REKOMENDASI