Pembajakan Semakin Marak, Konsorsium Penerbit Lapor Polisi

BANTUL, KRJOGJA.com – Belasan penerbit di Yogyakarta yang tergabung dalam Konsorsium Penerbit Jogja (KPJ) menyampaikan pernyataan sikap atas pembajakan buku oleh oknum tak bertanggung jawab. Mereka mengaku telah dirugikan.

"Dua tahun terakhir ini kita sudah meresahkan pembajakan buku sampai akhirnya kita bisa kumpul disini," kata narahubung KPJ Hisworo Banuarli, saat jumpa pers disela acara festival Mocosik di Jogja Expo Center, Minggu (25/08/19).

Menurutnya, banyak penerbit besar kalah dengan pembajak buku, bagaimana dengan mereka para penerbit yang kecil? Maka pihaknya bergabung bersama melalui Yogyakarta menyuarakan pembajakan buku tersebut. Akibat pembajakan ini, penerbit yang mengolah naskah hingga terbit sebagai buku kehilangan pendapatannya dan royalti dari proses industri perbukuan. Dia menyebut pembajakan membuat penerbit limbung (goyah).

BACA JUGA :

Mocosik Festival Dibuka, Buku Rp 10 Ribu hingga Putra ‘Pram’ Hadir di JEC

Saat Buku dan Musik Bersatu dalam Mocosik

 

Bahkan, lanjut Hisworo, buku bajakan tersebut dijual secara terang- terangan oleh oknum pembajak ke kios-kios buku misalnya platfrom Shoping Center Yogyakarta. Mereka mengaku telah resmi melaporkan para oknum pembajak buku ke Polda DIY sejak 21 Agustus 2019 dengan didampingi pusat bantuan hukum (PBH) Ikatan Advokat Indonesia (Ikadin) Yogyakarta.

"Resmi melaporkan perkara pembajakan buku yang dilakukan oleh oknum- oknum yang tak bertanggung jawab. Ini merusak ekosistem penerbitan buku dan merugikan dunia penerbitan. Ini harus dilawan dan dibawa ke muka hukum," ucapnya.

"Pembajakan ini terus berlanjut yang akhirnya kegelisahan ini menumpuk. Kenapa tidak ada upaya, ternyata bahwa ini belum di laporkan. Dan ini kita dorong agar dilaporkan (ke pihak berwenang).

Sementara itu, Ariyanto SH CN MH selaku perwakilan Ikadin Yogya mengatakan, penegasan atau teguran kepada oknum pembajak sudah pernah dilakukan. Namun selalu terulang kembali.  "Sebenarnya sudah pernah beberapa kali untuk melaporkan. Para penerbit datang ke lokasi yang diduga tempat pembajakan buku. Para pembajak juga diimbau untuk tidak melakukan peredaran tapi bulan depan sudah muncul lagi," ungkapnya.

"Mari kita sama-sama untuk melaporkan, kita kawal sampai masalahnya tuntas," pungkasnya. (Ive)

BERITA REKOMENDASI