Pembatas Jalan Permanen Terpasang di Cepit

Editor: Ivan Aditya

BANTUL, KRJOGJA.com – Pemasangan ‘Water barrier’ pembatas jalan sementara sepanjang tugu batas kota atau Gapura masuk Kota Bantul hingga simpang tiga Cepit Jalan Yogya – Bantul yang dipasang sejak pelaksanaan Operasi Zebra Progo, November 2021 lalu. Masa pemasangan ini diperpanjang dan baru akan dilepas sampai diganti dengan divider atau batas jalan yang permanen.

Menurut Kasatlantas Polres Bantul, AKP Gunawan Setyabudi SH MH didampingi Kanit Gakkum Iptu Maryana, pemasangan batas jalan permanen atau divider tersebut merupakan hasil putusan rapat Forum Lalu Lintas dan Jalan Raya Bantul yang meliputi Satlantas Polres Bantul, Dishub, Babpeda, PUPR dan Dinkes Bantul serta instansi pendukung lainnya.

Berdasarkan hasil analisa dan evaluasi (Anev) Forum, selama pemasangan ‘water barrier ‘ di jalur sepanjang sekitar 1 Km dari Gapura Kota Bantul sampai simpang tiga Cepit tidak terjadi kecelakaan, sedangkan sebelum dipasang batas jalan sementara sering terjadi kecelakaan lalu lintas.

“Pelaksanaan pemasangan divider akan ditangani oleh pihak yang berwenamg pengampu jalan kelas Nasional, yakni SKPD-TP Dinas PUP ESDM Wilayah DIY.” papar Gunawan, Kamis (20/01/2022).

Sedangkan pemasangan rambu-rambu dan kelengkapan jalan lainnya akan ditangani sepenuhnya oleh Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) X Jateng – DIY. Ditegaskan, rencana pemasangan batas jalan permanen tersebut merupakan upaya bersama mencegah menurunkan angka kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polres Bantul yang disebabkan faktor jalan.

Forum Lalu Lintas dan Jalan Raya Bantul tahun 2022 ini bersemangat menyatukan misi untuk melakukan upaya menurunkan angka kecelakaan lalu lintas, baik yang disebabkan faktor jalan, faktor kendaraan maupun cuaca. Untuk itu selalu dilakukan analisa dan evaluasi secara bersama.

“Tujuannya selain menanamkan kesadaran masyarakat untuk memiliki budaya tertib lalu lintas, juga menjadikan jalan yang ada di wilayah hukum Polres Bantul menjadi jalan yang berkeselamatan. Guna mendukung program Indonesia tumbuh, Indonesia maju dengan angka kecelakaan lalu lintas yang rendah,” pungkas Gunawan.
(Jdm)

BERITA REKOMENDASI