Pembuatan Sumur Bor di Bantul, Anggaran Rp 8,1 M Diajukan

Editor: Ivan Aditya

BANTUL, KRJOGJA.com – Mengatasi musim kemarau agar di wilayah rawan kekeringan tidak mengalami kesulitan air bersih, Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PPKBPMD) Bantul, mengajukan anggaran Rp 8,1 miliar untuk pembuatan sumur bor dan beberapa program untuk sarana air bersih di Kecamatan Pandak, Imogiri, Dlingo dan Piyungan dengan dana perubahan APBD 2020.

“Kami berharap, pengajuan anggaran tersebut dikabulkan dan segera bisa dilaksanakan pembuatan sumur bor dan sarana air bersih di wilayah rawan kekeringan. Sehingga pada musim kemarau tahun depan bisa mengurangi permasalahan air bersih di wilayah rawan kekeringan. Termasuk mengurangi droping air bersih,” ungkap Kepala Dinas PPKBPMD Bantul, Dra Sri Nuryanti MSi.

Terpisah anggota Komisi B DPRD Bantul, Saryanto, mengatakan dengan kondisi sebagian wilayah Bantul merupakan wilayah rawan kekeringan, sedangkan musim kemarau masih berlangsung maka perlunya programprogram pemerintah untuk kepentingan rakyat, utamanya untuk petani, maka apa yang telah direncanakan, seperti pembuatan sumur boor bisa segera dilaksanakan. “Di wilayah rawan kekeringan, memang petani sangat membutuhkan air,” jelas Saryanto.

Sementara Kepala BPBD Bantul, Drs Dwi Daryanto MSi, menjelaskan selama musim kemarau di beberapa wilayah rawan kekeringan di Bantul sudah membutuhkan droping air bersih. “Maka warga yang minta droping air bisa mengajukan permohonan ke BPBD Bantul,” pungkasnya. (Jdm)

BERITA REKOMENDASI