Pemeriksaan Warga Binaan Diintensifkan Cegah Klaster Rutan

Editor: Ivan Aditya

BANTUL, KRJOGJA.com – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B Bantul berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap Warga Binaan Pemasyarakat (WBP) secara intensif setiap hari dengan cek suhu tubuh dan penyediaan hand sanitiser setiap ruang. Kegiatan tersebut untuk antisipasi dan pencegahan agar tidak terjadi penularan atau klaster Covid-19 di dalam komplek rumah tahanan.

“Mengingat penularan Covid-19 terjadi di mana-mana dan ada kenaikan yang siknifikan, termasuk Bantul saat ini sedang melonjak naik, maka Rutan Bantul harus lebih waspada , agar Covid tidak masuk ke Rutan, maka mencegahan harus lebih diintensifkan,” papar Kepala Rutan Bantul, Enjat Lukmanul Hakim BcIP SH, Senin (28/06/2021).

Menurut Enjat , rumah tahanan merupakan lingkungan yang sangat rentan terhadap penularan Covid-19 karena setiap ruang dihuni rata-rata lebih dari 5 orang dan seluruh WBP yang ada di Rutan Bantul bisa lebih dari 170 orang, maka antisipasi harus dilakukan secara ekstra ketat. Untuk lebih memberi ketenganan bagi WBP, setiap hari dilakukan penyemprotan disinfektan di semua ruangan maupan halaman dalam komplek Rutan. Seminggu 2 kali juga diberikan multivitamin.

Sementara kegiatan pembinaan pembelian ketrampilan bagi WBP yang sudah mendekati habis masa hukuman , berupa pelatihan las, anyam-anyaman, pertukangan kayu, pertanian dan perikanan tetap dilakukan. Tetapi tidak melibatkan pembimbing atau tutor dari luar. Selama masa pandemi Covid-19 pembimbing hanya dari lingkungan Rutan Bantul saja. (Jdm)

BERITA REKOMENDASI