Pemkab Bantul Ajak Pemdes Atasi Sampah

Editor: Ivan Aditya

BANTUL, KRJOGJA.com – Persoalan penuhnya volume sampah yang ada di Tempat Pembuangan Sampah Terakhir (TPST) Piyungan tidak kunjung ada solusi. Setiap harinya volume sampah yang dibuang ke TPST Piyungan mencapai 400 hingga 500 ton.

Pemkab Bantul mengajak Pemerintah Desa (Pemdes) untuk bersama-sama mengatasi masalah sampah sejak di lingkungannya. Kepala Bidang Persampahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul Wahid menuturkan Pemdes berperan untuk mengurangi volume sampah yang dibuang di TPST Piyungan. ”Teknologi pengolahan sampah di TPST yang dikelola Pemprov DIY itu hingga kini juga belum jelas,” tandasnya.

Baca juga :

Pemda Dinilai Belum Serius Atasi Permasalahan TPST Piyungan

Sampah Membludak ke Jalan, Truk Tak Bisa Masuk TPST Piyungan

Oleh karena itu diperlukan membuat lembaga-lembaga pengelolaan sampah di masyarakat seperti bank sampah serta jejaring pengelolaan sampah mandiri (JPSM). Namun keberadaan lembaga pengelolaan sampah tersebut diakuinya belum mampu mengurangi volume sampah karena keterbatasan sarana dan prasarana.

”Perlu dukungan dari banyak pihak. Bukan hanya dari DLH tetapi pemdes juga penting keterlibatannya. Pemdes bisa mengintervensi pemanfaatan dana desa untuk pengelolaan sampah,” katanya.

Adapun beberapa hal yang dapat dilakukan pemdes di antaranya melakukan workshop pemberdayaan dan pengelolaan sampah, dukungan pengadaan sarana dan sebagainya. ”Beberapa desa sudah ada yang membentuk BUMDes untuk mengelola sampah. Namun tidak semua desa sudah membentuk karena alasan regulasi belum ada. Kami tengah mengajukan raperda ke DPRD serta rencananya akan ditambah dengan Peraturan Bupati (Perbup),” urainya.

Terpisah, Wakil Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Bantul Heru Sudibyo, menjelaskan rencana perubahan Perda Nomor 11/2015 tentang Pengelolaan Sampah menjadi salah satu raperda yang diprioritaskan untuk dibahas tahun ini. Rencananya raperda tersebut akan dibahas di triwulan keempat. Menurutnya, persoalan sampah bisa menjadi bom waktu jika tidak segera ditangani dari sekarang. (Aje)

BERITA REKOMENDASI