Pengajuan Pemda Bantul Belum Direspons, Kerusakan Dampak Badai Cempaka Masih Terbengkalai

Editor: Ary B Prass

PUNDONG, KRJOGJA.com – Empat tahun lalu badai cempaka meluluhlantakkan sejumlah infrastruktur di Kabupaten Bantul. Kerusakan parah didominasi terjadi disepanjang aliran sungai,  baik Opak dan Oya. Infrastruktur jembatan, tanggul, serta bangunan lainnya rontok diterjang banjir. Kerusakan parah di beberapa lokasi jadi sebab perbaikan hingga kini belum sepenuhnya beres.
“Tanggul ditepi Sungai Opak sebagai benteng  pelindung Dusun Klisat Srihardono Pundong kondisinya sangat kritis. Tanggul yang dulu lebih dari tiga meter sekarang hampir habis digerus banjir tahun 2017 lalu. Warga sangat khawatir kalau banjir besar datang lagi,” ujar Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kalurahan (LPMK) Kakurahan Srihardono Kapanewon Pundong Bantul, Sutrisno BA, Minggu (17/10/2021).
Sutrisno sebagai tokoh masyarakat Klisat sudah menempuh berbagai upaya agar kerusakan tanggul ditepi Sungai Opak dibereskan. Sebelumnya warga berulang kali melaporkan kerusakan tersebut kepada pemerintah Kabupaten Bantul, DIY dan bahkan pemerintah pusat. Tetapi setelah empat berlalu kerusakan belum  ‘tersentuh’ program.
“Kami begitu ngotot agar kerusakan talud segera diperbaiki saya kira tidak berlebihan. Karena jika banjir  besar Sungai Opak datang dusun kami jadi taruhannya, itu membuat saya dan warga lainnya cemas,” ujar Sutrisno berbinar.
Kerusakan begitu parah pada tanggul Sungai Opak Dusun Klisat ditengarai karena posisi ditikungan sungai. Sehingga ketika banjir kala itu air tidak mampu dicegah langsung menghajar talud. Dampaknya sungguh luar biasa hampir 200 meter talud yang sebelumnya begitu kokoh lenyap digerus air.

BERITA REKOMENDASI