Pengenalan Oximeter, Upaya Mitigasi Covid-19 Tim Pengabdian Prodi Fisika FAST UAD

Editor: Ivan Aditya

BANTUL, KRJOGJA.com – Sejak munculnya Covid-19 di Indonesia awal tahun 2020 telah menyebar di seluruh wilayah Indonesia dan lebih dari 1,2 juta kasus terkonfirmasi. Gunung Kidul sebagai salah satu kabupaten di Indonesia yang menjadi zona merah sejak awal kemunculan virus tersebut, sampai saat ini kasus terkonfirmasi terus bertambah bahkan merambah ke desa/kalurahan.

Salah satu desa adalah Kalurahan Serut dimana pada awal kemunculan virus ini sampai akhir tahun 2020 termasuk zona hijau namun pada januari akhir menjadi zona merah. Kalurahan Serut merupakan wilayah perbatasan dengan kabupaten Klaten sehingga relative jauh dari jangkauan pemerintah daerah.

Di samping itu, Kalurahan Serut yang mempunyai 7 dusun secara geografis berbentuk pegunungan yang memisahkan dusun satu dengan dusun lainnya. Kondisi masyarakat Kalurahan Serut yang merupakan masyarakat pedesaan tulen menyebabkan kurang memahami bahaya virus tersebut.

Simpang siurnya berita di media massa maupun sosial media menjadikan pemahaman tentang Covid-19 ini menjadi kabur. Salah satunya adalah teknologi sistem deteksi kejenuhan oksigen dalam darah secara non-invasif menggunakan oximeter untuk memonitoring kondisi kesehatan darah (dapat dilakukan secara mandiri).

Hal ini sangat penting dilakukan terutama pasien yang sudah terkonfirmasi Covid-19 dan menjalani isolasi mandiri di rumah.

Dalam Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PPM) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta ini, tim pelaksana yang diketuai oleh Dosen Prodi Fisika Faculty of Applied and Science Technology (FAST) UAD Umi Salamah, S.Si., M.Sc, bersama anggota tim Damar Yoga Kusuma, Ph.D, bekerja sama dengan pemerintah Kalurahan Serut beserta jajaran satgas Covid-19 untuk mitigasi Covid-19 di wilayah Kalurahan Serut, Sabtu (03/04/2021).

Adapun Program yang akan dilaksanakan antara lain pemberian materi dan demo deteksi kejenuhan oksigen dalam darah menggunakan oximeter kepada satgas Covid-19. Pemberian materi dan demo tersebut akan dilanjutkan dengan pengambilan sampling data dan analisis kepada masyarakat Kalurahan Serut.

Program ini bertujuan untuk mengenalkan sistem pengukuran saturasi oksigen dalam darah dan bagaimana mengukurnya secara mandiri. Hal tersebut sangat penting dilakukan mengingat saturasi oksigen dalam darah menjadi salah satu parameter pada pasien Covid-19. (*)

UAD

BERITA REKOMENDASI