Penggeledahan dan Tes Urine Mendadak Digelar di Rutan Bantul

Editor: Ivan Aditya

BANTUL, KRJOGJA.com – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Bantul secara spontanitas mengadakan tes urine bagi pegawai dan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) setempat. Wajib tes urine yang digelar secara mendadak tersebut dilaksanakan di Aula Rutan Bantul, Kamis (26/08/2021).

Sebelum tes urine, juga diadakan penggeledahan badan dan kamar tahanan WBP, bekerja sama dengan TNI- Polri, Petugas Kanwil Kumham DIY serta jajaran Badan Narkotika Nasional Daerah (BNND) Kabupaten Bantul.

Menurut Kepala Rutan Bantul, Enjat Lukmanul Hakim BcIP SH MH, kegiatan tersebut dalam rangka upaya Pencegahan dan Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) serta konsistensi Rutan Bantul Bersinar yang telah dilounching sejak April 2021 silam. Dari hasil kegiatan tersebut, untuk tes urine tidak ditemukan pegawai maupun WBP yang teridentifikasi mengunakan jenis narkotika.

Sedangkan hasil penggeledahan badan dan ruang tahanan hanya ditemukan jenis potongan kayu ukuran kecil, silet atau pisau cukur, batu batre, kabel dan lainnya. Tidak ditemukan barang berbahaya dan terlarang seperti jenis senjata tajam maupun jenis narkotika.

“Di Rutan Bantul memang sering dilakukan operasi atau penggeledahan ruang tahanan kerja sama dengan pihak TNI-Polri dan pihak luar. Tetapi secara rutin paling tidak seminggu sekali juga dilakukan penggeledahan petugas internal, sehingga mampu pencegah masuknya barang terlarang ke ruang tahanan,” ungkap Enjat.

Gedung Rutan Bantul berkapasitas 160 orang penghuni, jumlah tersebut pas dengan jumlah WBP status tahanan dan narapidana saat ini, sehingga semua kegiatan di Rutan Bantul bisa berjalan lancar. Dari jumlah 160 penghuni Rutan Bantul terdapat 49 penghuni yang terlibat kasus Narkoba dan UU Kesehatan. “Jumlah tersebut, dibanding dengan Rutan lain, termasuk sedikit jumlah WBP yang terlibat Narkoba,” pungkasnya. (Jdm)

BERITA REKOMENDASI