Pengguna dan Pengedar Pil Koplo Diringkus Polisi

Editor: Ivan Aditya

Dalam waktu bersamaan, petugas Satresnarkoba Polres Bantul juga menangkap St warga Ngireng-ireng, Sidomulyo, Bambanglipuro, Bantul. Dari tangan St, petugas menyita barang bukti 300 pil koplo, tas coklat, handphine Samsungm sepeda motor, dan bukti transfer senilai Rp 4,1 juta. “Tersangka St dijerat pasal 62 UU RI Nomor 5 Tahun 1997 Tentang psikotropika,” jelas Wachyu Tri Budi.

Wachyu Tri Budi mengungkapkan pemberantasan terhadap peredaran pil koplo di kalangan pelajar dirasa sangat perlu, sebagai upaya mencegah terjadinya kenakalan atau kejahatan di tingkat pelajar. Pengaruh pil koplo di kalangan pelajar sangat membayakan, karena bisa ‘mencekoki’ cara berpikir para pelajar untuk melakukan perbuatan yang melawan hukum. “Sebagai contoh sebagai pelaku klithih yang tertangkap, kebanyakan berawal dari mengkomsumsi pil koplo,” ujar Wachyu Tri Budi.

Pihak Satresnarkoba Polres Bantul, saat ini sedang gencar-gencarnya merazia pelaku penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba). Pemberantasan tidak hanya pada jenis narkoba kelas ‘atas’, melainkan juga narkoba kelas bawah, di antaranya pil koplo yang masuk dalam daftar obat G. (Hrd)

BERITA REKOMENDASI