Pengguna dan Pengedar Pil Koplo Diringkus

Editor: Ivan Aditya

BANTUL, KRJOGJA.com – Petugas Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Bantul Polda DIY dipimpin Iptu Ronny SIK MH, Selasa (02/06/2020) menankap pelaku penyalagunaan obat daftar G, RD (21) warga Srimartani Piyungan Bantul. Dari tangan tersangka petugas menyita barang bukti 300 butir pil trihexyphenidyl. Selain itu, petugas juga menyita uang tunai hasil transaksi narkoba dan handphone.

Kapolres Bantul AKBP Wachyu Tri Budi Sulistiyono SIK MM didampingi Iptu Ronny SIK MH, Kamis (04/06/2020) mengungkapkan penangkapan terhadap tersangka RD merupakan pengembangan dari tertangkapnya Hd. Saat ditangkap, Hd kedapatan memebawa 95 butir pil trihexyphenidyl.

Ketika diintrograsi petugas, Hd mengaku barang haram yang dibawanya berasal dari RD. Selanjutnya petugas yang dipimpin Ipda Imam Sutrisna mendatangi rumah RD di Kedaton, Pleret, Bantul dan berhasil menyita 300 butir pil trihexyphenidyl.

Wachyu Tri Budi menjelaskan kedua tersangka dijerat Undang-undang RI Nomor 36 /2009 Tentang Kesehatan. Ditambahkan, sebenarnya kedua tersangka merupakan target operasi (TO) petugas karena selama ini diketahui sering ‘bermain’ pil koplo dan mengedarkannya di kalangan anak-anak SMP dan SMA. “Setelah dilakukan penyelidikan selama dua minggu, akhirnya petugas berhasil meringkus kedua tersangka beserta barang bukti,” jelas Wachyu Tri Budi.

Wachyu Tri Budi mengungkapkan pemberantasan terhadap peredaran pil koplo di kalangan pelajar dirasa sangat perlu, sebagai upaya mencegah terjadinya kenakalan atau kejahatan di tingkat pelajar. Pengaruh pil koplo di kalangan pelajar sangat membayakan, karena bisa ‘mencekoki’ cara berpikir para pelajar untuk melakukan perbuatan yang melawan hukum. “Sebagai contoh sebagai pelaku klithih yang tertangkap, kebanyakan berawal dari mengkomsumsi pil koplo,” ujar Wachyu Tri Budi.

Pihak Satresnarkoba Polres Bantul, saat ini sedang gencar-gencarnya ‘ngoprak-oprak’ pelaku penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba). Pemberantasan tidak hanya pada jenis narkoba kelas ‘atas’, melainkan juga narkoba kelas bawah, di antaranya pil koplo yang masuk dalam daftar obat G. “Intinya semua pelaku penyalahgunaan narkoba dari semua kalangan dan apapun jenis narkobanya akan ditindak tegas,” tandas Wahyu Tri Budi. (Hrd)

BERITA REKOMENDASI