Pengisian Tenaga Ahli Sepenuhnya Hak Prerogatif Bupati

Editor: KRjogja/Gus

BANTUL, KRjogja.com – Untuk mengisi keberadaan Tenaga Ahli guna membantu tugas Bupati Bantul sepenuhnya ada di tangan Bupati, itu hak prerogatif Bupati. Hal tersebut ditegaskan Sekda Bantul, Drs H Helmi Jamharis MSi di Gedung Induk Pemkab Bantul, terkait isu tugas tenaga ahli Bupati Bantul tidak produktif, Senin (5/4).

Menurut Sekda Bantul, untuk merekrut personel tenaga ahli yang dipandang memadai merupakan kebijakan Pemkab Bantul, tetapi untuk pengisiannya, siapa personelnya adalah hak preogratif Bupati. Pada saat kepemimpinan Bupati Bantul, Drs H Suharsono, ada tiga tenaga ahli yang aktif melaksanakan tugasnya dan melaporkan dengan tuntas semua tugasnya kepada Bappeda. “Jadi tidak benar kalau tiga tenaga ahli Bupati , yakni Pak Tri, Pak Satrio dan Pak Pri selama ini tidak melaksanakan tugasnya. Mereka sudah melaksanakan tugasnya dengan baik,” ungkap Sekda Bantul.

Tetapi ketiga ahli Bupati tersebut dengan suka rela akan mengundurkan diri masing- masing sampai akhir Mei 2021, sehingga awal Juni 2021 mereka sudah mengakhiri tugasnya.
Untuk selanjutnya dalam kepemimpinan Abdul Halim dan Joko Purnomo sepenuh menjadi ranah Bupati dan Wakil Bupati. Tentang jumlahnya bisa lima, bisa tiga tergantung bagaimana kondisi anggaran yang ada.

Tak berbeda dengan Forum Pemantau Independen (Forpi) pada era kepemimpinan Bupati Bantul juga telah menjalankan tugasnya dengan benar dan memberikan kritik , saran maupun masukan kepada Bupati atau Pemkab Bantul.

Anggota Forpi juga akan mengakhiri tugasnya sesuai kehendak mereka pada akhir semester pertama 2021 atau akhir Juni 2021, sehingga bulan Juli 2021 sudah tidak aktif lagi.

Sementara terkait pengunduran diri Lurah Mangunan Dlingo, Jiono ,menurut Sekda Bantul sudah dalam proses administrasi. (Jdm)

BERITA REKOMENDASI