Pengrajin Warangka Keris Mangunan Minta Perhatian Pemerintah

Editor: Ivan Aditya

BANTUL, KRJOGJA.com – Usaha kerajinan warangka keris atau sarung keris memiliki prospek menjanjikan. Permintaan pasar dari berbagai daerah di Indonesia cenderung stabil, bahkan ketika sejumlah usaha terhempas akibat Covid-19 produksi warangka keris masih sanggup menggeliat. Namun sejumlah pengrajin berharap ada bantuan peralatan dari pemerintah untuk menopang produksi kerajinan yang masuk dalam warisan budaya itu.

Waluyo warga Dusun Cempluk RT 04 Desa Mangunan Dlingo Bantul, Rabu (22/04/2020) menjelaskan tentang prospek dan harapan sebagai seorang pengrajin warangka keris. Ditekuni sejak belasan tahun lalu, usaha pembuatan warangka keris dinilai mampu menopang kebutuhan keluarganya. Namun lelaki bersahaja itu kadang berpikir bagaimana bisa mengakses dukungan peralatan dari pemerintah.

“Kami sebenarnya membutuhkan peralatan pabrikan untuk mendukung produksi warangka keris ini. Selama ini kami dan pengrajin lainnya berusaha sesuai kekuatan masing -masing untuk membeli alat,” ujarnya.

Menurutnya kerajinan warangka keris ini cukup tahan dari guncangan situasi, misalnya untuk sekarang ini ketika Covid -19 melanda. Permintaan warangka keris tidak berhenti meski ada penurunan dibanding sebelumnya, tetapi paling tidak usaha ini mampu bertahan ditengah situasi tidak menentu ini. Waluyo menjelaskan untuk sekarang ini permintaan warangka keris mayoritas dari Jakarta, Surabaya termasuk dari Solo.

Terkait dengan bahan baku pembuat warangka keris Waluyo memanfaatkan kayu cendana dari Wonogiri. “Paling banyak warangka keris saya buat dari bahan kayu cendana,” ujarnya.

Tahapan membuat warangka keris cukup rumit dan butuh banyak waktu. Karena warangka keris tidak sekadar membuat kerajinan. Namun sebuah karya yang membutuhkan sentuhan keindahan ukiran. (Roy)

BERITA REKOMENDASI