Pengusaha Meubel Dukung AHM-JP, Ini Harapannya

BANTUL, KRJOGJA.com – Paguyuban Masyarakat Mebel dan Kerajinan Kabupaten Bantul menaruh harapan besar pemimpin Bantul kedepan memperhatikan sektor dunia usaha. Nilai ekspor di DIY senilai 400 juta dolar Amerika, 60 % dari Bantul. Sehingga wajarlah ketika pengusaha minta sektor industri jadi prioritas pengembangan.

“Bukan kurang dukungan dari pemerintah, tetapi maksud saya memang keberpihakan pemerintah (Bantul-red) yang sudah ada ini masih kurang,” ujar Ketua Paguyuban Masyarakat Mebel dan Kerajinan Kabupaten Bantul, Endro Wardoyo disela deklarasi dukungan kepada Calon Bupati/ Wakil Bupati Bantul, H Abdul Halim Muslih- Joko Purnomo (AHM-JP) di Ngrompang Pedukuhan Banyon Pendowoharjo Sewon Bantul. Dalam deklarasi tersebut juga dihadiri calon Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih.

Endro Wardoyo mengatakan, dukungan kepada AHM -JP didasari pada visi misi. Termasuk program kerja yang direncanakan punya kecenderungan mendorong kemajuan dibidang furnitur dan kerajinan. Tentu kebijakan tersebut sesuai fakta dilapangan dari, 60% ekspor DIY berasal dari Bantul. Jumlah pengrajin Bantul banyak artinya kaya dengan potensi. Sehingga wajar pengusaha mendorong atau mensuport pemerintah perhatian lebih terhadap pengembangan di sektor mebel dan kerajinan.

Jumlah pengrajin dalam Paguyuban Masyarakat Mebel dan Kerajinan Kabupaten Bantul mencapai 700 usaha furniture dan kerajinan. Jika dihitung jumlah karyawannya, sangat bervariasi. “Dalam skala mikro karyawannya 6 sampai, yang kecil kira-kira antara 9,12 sampai 16 . Bahkan menengah di kisaran antara 10 sampai 30,” jelasnya. Jika perkirakan total karyawan kurang lebih sekitar 3 ribuan lebih.

“Pelaku usaha sektor furniture dan kerajinan mendukung Pak Halim artinya kita memang sepakat. Kita kondisikan berbagai komponen berbagai asosiasi berbagai komunitas,” jelasnya. Pihaknya juga kerap mendiskusikan soal pengembangan industri agar Bantul didorong menjadi pusatnya industri permebelan dan kerajinan terkemuka di DIY.

BERITA REKOMENDASI