Penjualan Anjlok, Bupati Bantul Berikan Solusi Bagi Petani Ikan

BANTUL, KRJOGJA.com – Imbas pandemi Covid -19 mengakibatkan penjualan ikan air tawar di Dusun Sumberan, Desa Ngestiharjo, Kecamatan Kasihan Bantul anjlok. Jika sebelum Covid -19 omzet 1,5 kuintal /bulan, sekarang 50 kg sudah bagus. Sementara Pemda Bantul mendorong masyarakat membeli ikan langsung kepada petani ketimbang di supermarket.

Ketua Sekolah Lapang Mina Tegalijo, Anwar Ariyanto, Minggu (5/7/2020) mengatakan, anjloknya penjualan ikan mulai dirasakan sejak Maret lalu. Tepatnya setelah ditemukannya kasus positif Covid-19 pertama di Indonesia. Sejak itu hingga sekarang ini kondisi pasar sedang lesu.

“Dalam kondisi normal atau sebelum pandemi Covid -19, dalam sebulan bisa menembus 1,5 kuintal. Untuk saat ini bisa menjual 30 sampai 50 kilogram kami sangat bersyukur sekali,” ujarnya ditemui di Sekolah Lapang Mina Tegalijo, Dusun Sumberan, Desa Ngestiharjo, Kecamatan Kasihan, Bantul.

Penurunan tersebut sebagai imbas dari turunnya permintaan pedagang. Sedangkan jenis ikan yang dijual diantaranya nila, lele, tombro hingga bawal. Dalam konsisi seperti sekarang, petani otomatis kesulitan menjual. Dijelaskan, Sekolah Lapang Mina Tegalijo berdiri tahun 2019. Kelompoknya punya anggota puluhan orang dan juga puluhan kolam sebagai tempat budidaya ikan air tawar.

BERITA REKOMENDASI