Penolakan Tambang Pasir Muara Opok Meluas

KRETEK, KRJOGJA.com – Penolakan tambang pasir di muara Sungai Opak kian membara. Ratusan orang dari unsur petani, nelayan, pengelola hutan mangrove Kalurahan Tirtohargo Kapanewon Kretek dan warga Kalurahan Srigading Kapanewon Sanden menggelar aksi besar-besaran di kawasan hutan mangrove Baros Tirtohargo Kretek Minggu (18/4).

Warga tegas minta aktivitas penambangan di muara Opak dihentikan. Aksi kawal Kapolsek Kretek Polres Bantul Polda DIY, Kompol S Parmin, Lurah Tirtohargo Kretek Bantul, Sugiyanto, Anggota Komisi A DPRD Bantul, Drs Pambudi Mulya, MSi,Komandan Pos Angkatan Laut Pantai Samas, Serma MES Surawal.

Koordinator Lapangan aksi penolakan tambang pasir Muara Opak, Setiyo menjelaskan, warga tegas dan sudah sepakat menolak penambangan pasir di muara Sungai Opak dan sekitarnya. Selain itu, jarak 1 km sampai 4 km dari muara Opak harus bersih dari aktivitas penambangan. “Hal tersebut sesuai Undang-undang KKP maupun peraturan zonasi pesisir,” ujarnya. Massa juga melarang penggunaan mesin perahu tempel untuk penambangan pasir pantai maupun alat lainnya.

BERITA REKOMENDASI