Perbaikan Sekolah Pascabanjir, Pemerintah Siapkan Rp 3,5 M

Editor: Ivan Aditya

BANTUL, KRJOGJA.com – Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Bantul sudah menyiapkan anggaran mencapai Rp 3,5 miliar untuk perbaikan sekolah korban banjir dan longsor akhir 2017 lalu. Besarnya alokasi itu berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bantul tahun 2018 ini. Khusus program corporate social responsibility (CSR), Disdikpora sudah menyalurkan bantuan berupa komputer untuk dua SMP di Imogiri.

Kepala Disdikpora Bantul, Didik Warsito merinci sejumlah sekolah yang rusak paling parah akibat banjir dan longsor yakni SD Seropan, SMP 2 dan 3 Imogiri, SMP 2 Pajangan, serta SMP 1 Kretek. “Didua sekolah itu jumlah komputer yang terendam banjir mencapai 120 unit, tetapi kami harapakan komputer bantuan pemerintah itu cukup untuk kebutuhan belajar mengajar setiap hari,” ujarnya kepada KRJOGJA.com, Rabu (17/01/2018).

Untuk bantuan komputer telah diserahkan di SMP 2 dan 3 Imogiri masing-masing 30 unit. Secara keseluruhan hingga kini ada 61 komputer, 60 unit di Imogiri dan ditambah satu komputer diserahkan ke Jatimulyo Dlingo.

Dari total anggaran Rp 3,5 miliar, alokasi paling besar untuk pembangunan gedung sekolah baru di SD Seropan, yang mencapai Rp 2,55 miliar. Besarnya anggaran lantaran sekolah lama sudah tidak mungkin kembali ditempati. “Pemerintah harus membangun gedung baru, sekarang saja masih berada di tempat darurat menggunakan tenda-tenda,” ujarnya.

Dijelaskan, rencananya gedung SD Seropan baru bakal dibangun diatas tanah kas Desa Muntuk di Dusun Seropan 3 tidak jauh dari  sekolah lama. Pemerintah desa Muntuk sudah menyiapkan lahan lebih aman sehingga tinggal memulai proses pembangunan.

Menurutnya pembangunan gedung baru ini, ditargetkan paling lambat Mei 2018 sudah berdiri satu ruang kelas, sehingga siswa kelas 6 bisa melaksanakan ujian di gedung baru yang lebih representatif. “Khusus SD Seropan sebenarnya sudah terlambat, tetapi karena ada rasionalisasi anggaran Alhamdulillah masih bisa dimasukkan dalam APBD 2018,” ujarnya.

Terpisah Kepala SD Seropan, Wagiran membenarkan rencana pembangunan gedung baru tersebut. Sejauh ini pihaknya sudah menyiapkan sejumlah dokumen terkait pembangunan gedung sekolah baru.

Untuk sekarang ini ruang kelas dan kantor masih bertahan dengan menggunakan tenda. Wagiran berharap bangunan semi permanen yang difungsikan sebagai shelter dan kelas segera selesai.

Dijelaskan untuk sekarang ini masih kekurangan shelter jika hanya 3 ruangan, karena jumlah siswanya mencapai 122 anak dan 15 guru dan tenaga kependidikan. Sehingga beberapa hari lalu pihaknya kembali mengajukan penambahan jumlah shelter kepada BPBD Bantul melalui Disdikpora Bantul.

Selain mengajukan penambahan shelter pihaknya juga mengusulkan penambahan toilet. Di lokasi sementara yang di tempati hanya tersedia satu toilet, sehingga siswanya kerap menumpang di toilet warga sekitar. (Roy)

BERITA REKOMENDASI