Perbaiki Kehidupan, 1000 KK Ikuti Transmigrasi ke Luar Jawa

BANTUL, KRJOGJA.com – Kementrian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) memulai pelatihan akademi desa 4.0 dan transmigrasi Rabu (12/9/2018) bertempat di Kampoeng Mataraman Panggungharjo Sewon Bantul. Lebih dari 200 peserta mengikuti pelatihan yang dimaksudkan untuk menghubungkan antara kebijakan pemerintah dengan tingkat bawah tersebut. 

Baca Juga: Beda Tantangan, Transmigrasi Kembangkan Model Investasi

Sekretaris Jendral Kemendes PDTT Anwar Sanusi mengatakan di sisa tahun 2018 paling tidak ada 1000 transmigran yang akan dikirim ke daerah-daerah tertinggal di luar pulau Jawa. Nantinya mereka diharapkan bisa berkolaborasi bersama masyarakat setempat untuk memajukan daerah yang ditinggali. 

“Paling tidak ada 1000-an Kepala Keluarga (KK) transmigran tahun ini dan akan diberangkatkan menuju beberapa wilayah seperti Kalimantan Utara, Sulawesi dan Sumatera. Seluruh transmigran dari 9 wilayah termasuk DIY salah satunya,” ungkap Anwar pada wartawan Rabu (12/9/2018). 

Para transmigran menurut Anwar dibekali keterampilan tak hanya di bidang pertanian saja namun juga hal lain yang diharapkan bisa membantu perkembangan daerah yang ditinggali. Peta baru disusun Kemendes PDTT bukan hanya untuk memindahkan penduduk namun juga membuat kawasan tujuan sebagai sebuah kota mandiri. 

Baca Juga: Perayaan Hari Pangan Sedunia di NTT Momentum Bangkitnya Kemendes PDTT

“Kita dorong tidak hanya menguasai pertanian saja, berbeda dengan transmigrasi jaman dulu. Para transmigran diharapkan bisa masuk ke berbagai bidang termasuk perkebunan hingga jasa,” sambungnya. 

Kemendes PDTT mengusung konsep kolaborasi antara penduduk setempat dengan transmigran yang diharapkan bisa bersinergi mengembangkan wilayah. “Nantinya 70 persen penduduk setempat dan 30 persen pendatang. Jadi ada kolaborasi, penduduk setempat juga berkembang bersama untuk menciptakan daerah mandiri,” pungkasnya. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI