Perguruan Tinggi Kurang Inovasi

BANTUL, KRJOGJA.com – Industri di Indonesia terus berkembang dan berkompetisi, termasuk industri teknologi informasi. Sayangnya, kendala yang dihadapi, perguruan tinggi (PT), pemerintah dan industri belum terkoneksi secara baik. Akibatnya, industri untuk merekrut tenaga kerja lulusan PT membutuhkan proses tambahan agar lulusan siap kerja. Proses waktu tambahan itu membutuhkan biaya dan waktu yang lama.

Demikian diungkapkan Herianto selaku Technical Director PT Synnex Metrodata Indonesia saat penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) di Ruang Presentasi STMIK Akakom, Jalan Raya, Karangjambe, Banguntapan Bantul, Senin (19/8/2019). MoU bidang reseach center tersebut ditandatangani Herianto (PT Synnex Metrodata Indonesia) dan Ir Totok Suprawoto MM MT (Ketua STMIK Akakom) disaksikan Ir Teguh Wiyono MM (Ketua Yayasan Widya Bhakti), Indra Yatini MKom (Waket 3) dan Dison Librado SE MM (Waket 4).

Menurut Herianto, belum terkoneksinya PT dengan industri  terjadi karena kurikulum dengan kebutuhan belum sepenuhnya sinkron. Selain itu, karena mahasiswa PT kurang melakukan inovasi. "Masih jarang di Indonesia mendengar mahasiswa PT membuat karya inovatif setara Facebook, Google. Padahal karya itu dibuat saat mereka masih kuliah, masih jadi mahasiswa," ucapnya.

Untuk itu, sudah saatnya di kampus seperti STMIK Akakom memunculkan karya nyata untuk masyarakat luas. Itu butuh proses, kerja keras dan penelitian yang memang didedikasikan teknologi, akhirnya menjadi karya nyata untuk masyarakat.

"Masih jarang di Indonesia mendengar mahasiswa PT membuat karya inovatif setara Facebook, Google. Padahal karya itu dibuat saat mereka masih kuliah, masih jadi mahasiswa," ucapnya.

Untuk itu, sudah saatnya di kampus seperti STMIK Akakom memunculkan karya nyata untuk masyarakat luas. Itu butuh proses, kerja keras dan penelitian yang memang didedikasikan teknologi, akhirnya menjadi karya nyata untuk masyarakat.

Ditegaskan Herianto, ilmu pengetahuan dan teknologi dengan segala fasilitasnya sudah tidak susah lagi dijangkau. Artificial Intellgence & Cloud Computing sangat bisa memunculkan karya inovatif. Herianto saat itu memberi contoh soal plat mobil yang belum bayar pajak bisa dilacak dengan kecanggihan teknologi. "Teknologi untuk memudahkan manusia kerja dengan cepat, akurat dan transparan. Bahkan yang jauh bisa mendekat," ujarnya.

Sementara itu, Ariesta Damayanti SKom MCs, Bidang Humas dan Kerja sama mengatakan, setelah penandatanganan MoU dilakukan seminar nasional bertema 'Artificial Intellgence & Cloud Computing' dengan pembicara Alex Budiyanto (Chairman Asosiasi Cloud Computing Indonesia/ACCI), Herianto (Technical Director PT Synnex Metrodata Indonesia), David Hermawan (Head of IoTC Intel Indonesia). (Jay)
 

BERITA REKOMENDASI