Perkara Anak Curi Perabot Rumah Ibu di Pundong Dicabut

Editor: Ivan Aditya

BANTUL, KRJOGJA.com – Kasus pencurian dalam rumah tangga yang dilakukan Dwi Rahayu Saputra (24/01/2022) warga Paten Srihardono Pondung Bantul yang mencuri perabot rumah tangga milik orang tuanya dan ramai menjadi perhatian banyak orang, telah dicabut pengaduannya dan batal untuk disidangkan ke PN Bantul. Surat penghentian penuntutan perkara tersebut, telah diserahkan oleh Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bantul, Suwandi SH MH langsung ke rumah Paliyem dan disaksikan Ketua RT, Dukuh hingga Pamong Kalurahan setempat, Senin (24/01/2022).

Menurut Suwandi, mestinya perkara tersebut sudah diproses di Kejari Bantul tahap P21 dan penyerahan tahap dua yakni penyerahan berkas dan tersangka. Tetapi karena pertimbangan kemanfaatan dan nurani, upaya penuntutan tersebut dibatalkan atau dicabut.

Permohonan pencabutan perkara juga dilakukan oleh Paliyem selaku korban pada 10 Januari 2022. Korban telah memaafkan tersangka yang tidak lain adalah anaknya sendiri.

Pada pencabutan perkara, Dwi Rahayu juga minta maaf kepada ibunya bahkan mencium kakinya. “Kasus ini tersangkanya adalah anak kandungnya sendiri dan merupakan anak satu- satunya, ayahnya juga sudah meninggal dunia. Maka tidak ada kemanfaatannya jika tersangka dipenjarakan, bahkan malah kedepannya akan merugikan ibunya sendiri. Atas pertimbangan kemanfaatan dan nurani maka berkas perkara kasus tersebut akan lebih baik jika dicabut,” papar Suwandi.

Sementara pada saat penyerahan surat pencabutan Kajari juga titip kepada warga maupun tokoh masyarakat dan pemerintah setempat untuk memberikan bimbingan kepada Dwi Rahayu Saputra. Dengan demikian diharapkan kejadian tersebut tak terulang lagi dan dapat dijadikan pembelajaran bersama.

Kasus tersebut terjadi pada Oktober 2021, ketika ibunya tidak berada di rumah. Dwi menjual semua perabot rumah bahkan hingga genting rumah juga dijual sehingga kasus tersebut sempat menggegerkan warga setempat dan viral di media sosial. (Jdm)

BERITA REKOMENDASI